Kenanglah Aku


 

Kelak, kenanglah aku kekasihku

seperti sebuah lembah yang dalam

Menggemakan doamu berulang-ulang dan mengamininya

seperti sebuah api yang membakar

Membuatmu begitu tajam mengiris isyarat Tuhan

Kenanglah aku, kakasihku,

Sebab di dalam ingatanmu aku ingin menjdi sesuatu yang kekal.

Iklan

Ibu


Ibu

Selalu merasa sakit

Bila jemariku teriris

Yang  menyimpan air mata

Saat aku butuh ketegarannya

Yang  melingkupiku dengan doa

Ketika ujian itu tiba

Ibulah pundak terkokoh

Yang menampung kesedihanku