Sunset Bersama Rosie – Review Novel Tere Liye


sunse bersama

Persahabatan – Cinta – Kesempatan

Buku ini bercerita tentang Tegar yang kehilangan sosok wanita yang begitu ia cintai — Sahabat masa kecil selama 20 tahun. Kehilangan yang menyakitkan, karena Tegar tidak hanya kehilangan sosok Rosie dalam kehidupannya, namun ia juga kehilangan kesempatan –kesempatan untuk mengungkapkan betapa ia mencintai Rosie lebih dari sekedar sahabat–

Ketika Tegar berencana untuk menyatakan cintanya pada Rosie di punjak gunung Rinjani, tepat saat pagi hari saat matahari terbit –bagian dari hari yang paling disukai oleh Tegar– Ia malah menyaksikan kesempatan menyatakan itu telah hilang ketika senja hari sebelumnya Tegar melihat Nattan (Sahabat Rosie dan Tegar) menyatakan perasaannya kepada Rosie. Baru Kali ini Tegar melihat Rosie memalingkan wajahnya dari Senja — bagian hari yang paling dicintai Rosie– demi untuk menatap lekat wajah Nattan yang mengutarakan perasaannya. Hancur. Begitulah yang Tegar rasakan.

Bagaimana mungkin 20 tahun yang ia lewati bersama Rosie harus kalah oleh 2 bulan Nattan mengenal Rosie? Tegar, hancur. Ia memilih Turun dari Rinjani saat itu juga. Menghilang dari kehidupan Rosie dan Nattan.

Perlu waktu 5 tahun untuk Tegar bisa berdamai kembali dengan Rosie dan Nattan. menerima mereka kembali sebagai bagian dari kehidupan Tegar, kembali menjadi sahabat terbaik.

Malam Ulang tahun ke-13 pernikahan Rosie dan Nattan, malam pertunangan Tegar dan Sekar. BADAI ITU TERJADI – disinilah segala yang telah berakhir, dimulai kembali.

Bom Bali. Malam itu, Tegar melupakan pertunangannya dengan Sekar, terbang ke Bali demi mengetahui kabar Rosie dan keluarganya. Peristiwa itu, Bom itu mengambil Nattan dari hidup Rosie dan anak-anaknya.

Kehilangan Nattan membuat Rosie depresi hebat, disinilah Tegar hadir kembali, menjadi pahlawan bagi Rosie dan anak-anaknya. Tegar demi merawat Rosie dan Anak-anaknya yang kehilangan Ayah rela berhenti kerja dan pindah dari Jakarta ke Gili Trawangan, meninggalkan kariernya meski tengah dipuncak, meninggalkan Sekar yang begitu tulus mencintainya. Meninggalkan Sekar tanpa janji pasti apakah ia mampu kembali atau tidak. —> (duh, kasian banget Sekar deh )

Tegar menghabiskan hari-hari untuk merawat Rosie dan Anak-anaknya, perasaan yang ia coba lupakan dan kubur dalam-dalam kembali lagi muncul kepermukaan. Cinta itu masih ada. perasaan itu tidak pernah hilang. Namun apakah kesempatan itu akan hadir?

Tegar merawat anak-anak Rosie dengan Tulus, mengajari mereka tentang arti kehidupan, menjadi sosok pengganti bagi Ayah mereka yang telah tiada dan juga menjadi pengganti sosok Ibu yang hilang karena harus menjalani terapi untuk menyembuhkan depresinya. Tegar menjadi Paman yang keren dan luar biasa hebat di mata anak-anak Rosie. Menjadi sosok yang mereka kagumi dan cintai. Ditangan Tegar anak-anak Rosie Tumbuh menjadi anak-anak yang berjiwa tangguh.

Suatu hari dalam suatu peristiwa yang tidak disangka, Tegar membuat pengakuan itu. Cinta dan kesempatan yang hilang, hati yang hacur dan mimpi-mimpi yang padam, dihadapan Rosie dan ke empat anaknya. Pengakuan yang membuat kondisi Rosie berangsur membaik.

2 tahun setelah peristiwa di Jimbaran, Rosie dinyatakan sembuh dan bisa kembali merawat anak-anaknya; Anggrek, Sakura, Jasmine dan Lily. Rosie boleh kembali pulang ke rumah dan berkumpul kembali bersama anak-anaknya.

Bagaimana dengan Tegar? Apakah akhirnya Tegar menemukan jawaban dari pertanyaannya sepanjang hidup “Apakah kesempatan itu masih ada?” Yap, kesempatan yang dulu hilang kini muncul kembali, akankah ia memilih untuk tetap tinggal bersama Rosie dan keluarganya? Mengambil kembali kesempatan yang pernah hilang? Ataukah kembali lagi ke Jakarta melanjutkan mimpi yang tertunda bersama Sekar, memenuhi janji bahwa ia akan pulang saat Rosie sudah sembuh?

Note:

Buku ini selesai kubaca jam 04.30 pagi. Cerita yang bikin haru luar biasa. Sosok Tegar yang begitu sempurna, begitu mencintai Rosie dan anak-anaknya. Sosok yang terlukai namun tetap Tegar. Btw nyari sosok yang seperti ini di mana ya?

Tapi aku berhasil untuk tidak meneteskan air mata dari awal hingga selesai membaca buku ini. bukan karena kisahnya tidak mengharukan, melainkan aku tahu, bahwa ada luka di hati yang jauh lebih sakit dari sekedar cerita dalam buku ini. beruntunglah Rosie yang memiliki Tegar, yang masih tetap mencintainya dalam segala kondisi, sementara aku ? (malah curhat.. *toyor kepala sendiri*)

Persahabatan dan cinta, seringkali, cinta memang tumbuh diantara sebuah hubungan bernama persahabatan. Pernah ngalamin? Kadang kita lupa bahwa seorang terdekat yang paling mengatahui dan mengerti kita adalah seorang sahabat, namun sering kali jatuh cintanya malah dengan orang lain. Kenapa coba?? 

8/10 untuk buku ini.

Iklan