Berjanjilah Kau Akan Baik-Baik Saja


Gambar Hujan Romantis Sedih dan Galau Dalam Badai Asmara Cinta Sejati

Entah yang keberapa kalinya aku menangis hari ini sejak percakapan kita tadi malam. Rasanya ada yang begitu sesak di dadaku, ada yg begitu sakit saat mengingatmu.
Entah aku tak mengerti perasaan macam apa ini. Air mata ini tak pernah berhenti mengalir setiap kulihat kontak bbmmu.
Aku tak bisa membayangkan rasanya menjadi kamu, tak bisa mengukur seberapa tabahnya hatimu menghadapi ini semua. Aku terlalu cengeng. Sangat cengeng. Bahkan di kereta tadi pagipun aku menangis saat mengingatmu.

Waktu yang amat singkat jika aku harus bilang aku mencintaimu. Waktu yang teramat terburu-buru jika aku bilang aku menginginkanmu. Namun entah sebagai apapun kau di hatiku, kau adalah seseorang yang begitu kuat, begitu hebat, begitu mengagumkan untukku. Aku tahu Tuhan tidak akan pernah menguji umatnya melebihi batas kemampuannya. Kau telah dipilihNya maka aku yakin kau adalah seseorang yang sangat tangguh.

Entah rasanya aku begitu ingin memelukmu, memeluk erat tubuhmu, memeluk hatimu agar kau tak pernah merasa rapuh. Meyakinkanmu bahwa kau tangguh. Entah mengapa rasanya begitu sakit saat aku tak bisa melakukan apapun saat kau berkata kau sakit. Saat aku aku tak bisa menggenggam tanganmu, saat aku tak bisa membuatmu tersenyum.

Kau hadir begitu saja, hadir dengan cepat dalam hidupku. Kau hadir seolah Tuhan mengirimkan kau untukku bercermin. Bahwa rasa sakit dalam dadaku tak seberapa dibanding dengan apa yang sedang kau alami.
Kau hadir membuatku tersenyum, tertawa, membuatku merasa hari hari terlalu indah, tanpa aku tahu kau sedang menahan luka.
Maafkan aku yang selalu menuntutmu, maafkan aku yang selalu ingin kau begini dan begitu, maafkan aku karena aku tak pernah memahami alasanmu merashasiakan semua dariku. Maafkan akuuu…

Berjanjilah padaku kau akan sembuh, kau akan menjadi seseorang yang menghapus air mataku saat jatuh, berjanjilah padaku kau akan menjadi lebih tangguh melawan semua ini. Berjanjilah..

Berjanjilah bahwa suatu hari kau akan menemaniku barmain hujan, menemaniku membaca buku, menemaniku bermain air di pantai, berjanjilah bahwa hari itu akan datang.. Hari itu akan ada. Akan ada.

Berjanjilah bahwa kau akan mengajakku melihat senja dan kita duduk berdua, hanya berdua dengan secangkir susu hangat di tangan kita.

Aku ingin mendengarkan kau membacakan sebuah puisi untukku, mendengar kau memanggil namaku, mendengar kau berbisik bahwa kau ada untukku.

Baiklah, tak usah berjanji apapun padaku, aku terlalu egois meminta semua itu darimu. Cukup berjanji satu hal saja padaku. Berjanjilah kau akan baik-baik saja dan berhenti menangis.

Aku akan selalu menyanyangimu.
26 Nov 15

Iklan

Pada Suatu Hari


image

Suatu hari nanti, aku ingin bermain hujan bersamamu, basah di bawahnya hingga gigil kedinginan lalu kita saling melingkarkan pelukan; saling menghangatkan”

Katamu, mungkin hari itu tidak akan pernah datang, tidak pernah meninggalkan kenangan dalam ingatan kita. Sebab hujan tidak pernah mau berteman dengan tubuhmu.

“Suatu hari nanti, aku ingin menghabiskan waktu bersamamu, kepalaku rebah dipangkumu sambil membaca buku, dan kau menghitung kebahagiaan yang jatuh dari mataku”

Katamu aku tak kan pernah menyelesaikan buku itu, sebab aku akan lebih sering membaca apa yang ada di wajahmu. Dan kau akan menjadi lelaki yang khidmad mendengarkan setiap kata yang keluar dari bibirku.

Suatu hari nanti peluklah aku sebentar saja dan bisikkan padaku bahwa aku tidak pernah sendiri”

Aku hanya ingin kau ada, dan seluruh resah yang kupunya akan hilang begitu saja.

Berjanjilah bahwa kau tidak akan pernah menjadi salah satu alasan jatuhnya air mataku, berjanjilah bahwa kelak hari itu akan datang; Suatu hari, yang belum pernah terjadi.

——————–
Sebuah percakapan dengan seorang teman tentang suatu hari yang belum pernah terjadi.

10 Nov 2015

Maaf Telah Menjadi Seseorang yang Teramat Menyabalkan Buatmu


Gambar Hujan Romantis Sedih dan Galau Dalam Badai Asmara Cinta Sejati

Sepuluh atau mungkin sebelas tahun kisah itu telah berlalu. Namun hari ini aku tahu, betapa luka akan membuat seseorang menjadi berbeda.

Ada atau tidak ada artinya, hari ini aku ingin meminta maaf untuk seluruh kesalahan yang pernah aku lakukan, untuk luka yang pernah aku torehkan. Untuk sesuatu yang masih begitu kau ingat hingga kau masih enggan membalas sapaku.

Maafkan aku, yang telah sengaja menjadi bagian dari rasa sakitmu beberapa tahun silam. Yang menjadi muasal dari air mata yang menetes di pipimu, aku telah menjadi sosok yang begitu jahat dan tidak memperdulikan perasaanmu, meski sesungguhnya kau pernah menjadi seseorang yang begitu aku inginkan dalam hidupku.

Aku pernah mencintaimu, benar benar mencintaimu bukan hanya sekedar basa basi atau hanya pelampiasaan seperti yang pernah aku katakan saat beranjak meninggalkanmu.
Masih kuingat betapa meronanya pipiku saat kau mainkan lagu-lagu cinta kesukaanku, betapa bahagianya aku saat kau ternyata memiliki perasaan yang sama kepadaku, perasaan yang aku pendam jauh sebelum kau mengatakannya. Aku pernah merasa begitu istimewa saat kau menjadikanku seseorang yang utama, seseorang yang begitu kau sayangi, seseorang yang kau perjuangkan. Terima kasih kau pernah begitu mencintai aku.

Maaf jika pada akhirnya rasa cintamu tidak menyadarkan aku untuk terus memilikimu, menjaga cintaku sebaik kau melakukannya. Maaf jika pada akhirnya aku memilih pergi meninggalkanmu, karena sungguh sebenarnya aku tak memiliki alasan apapun saat beranjak pergi darimu, seluruh alasan yang pernah terucap dariku saat itu hanyalah kebohongan belaka, hanyalah agar aku bisa pergi dan kau tak mencari.

Dua tahun setelah aku menjauh darimu, aku memutuskan untuk menikah. Kau tahu, dan kau sama sekali tak pernah lagi mau menyapaku meski hanya sekedar basa-basi semata. Sejak hari dimana aku memilih pergi darimu, tidak ada komunikasi meski hanya sepatah kata diantara kita. Hingga satu tahun yang lalu, sepuluh tahun saling diam dan Menganggap masing-masing dari kita tiada. Aku menemukanmu dalam sebuah sosial media, dan aku memberanikan diri menyapamu.

Namun sungguh satu hal yang tak pernah kau tahu, tiga atau empat tahun belakangan aku seperti dihantui perasaan bersalah, aku sering bermimpi tentang kau dan mimpi itu selalu tentang aku yang meminta maaf atas kebodohan itu. Namun aku tetap diam, karena menganggap apalah artinya mimpi, dan akupun sungguh tidak pernah tahu dimana kau berada, dan sungguh bahkan kau masih ada atau tidakpun aku tak pernah mendengar kabar tentang itu. Sungguh aku kehilangan yang sebenar-benarnya kehilangan. Hingga kesalahan itu benar-benar menjelma mimpi buruk yang singgah terlalu sering di malam-malamku. Namun aku benar benar tak berani mencari tahu tentangmu, karena aku menghargai pasanganku saat itu, apa yang akan dia pikirkan jika aku mencari tahu tentang seorang lelaki di masa laluku. Meski sesungguhnya aku hanya ingin mengucapkan kata “maaf” padamu, tidak lebih.

Hingga satu tahun yang lalu, prahara dalam hidupku terjadi, badai yang pada akhirnya saat ini aku syukuri karena Tuhan menjauhkan dan memisahkan aku dari seseorang yang tidak tepat untukku. Dan aku baru berani mencarimu hingga akhirnya aku menemukanmu disebuah media sosial. Sapa pertama aku hanya bertanya kabar dan menanyakan no kontakmu yang bisa aku hubungi, dan kau pun hanya membalasnya dengan sederet rangkaian nomor. Yak aku bisa menghubungi nomor itu, namun aku tak pernah menghubungimu. Hanya sekali, saat itu hanya memastikan nomor itu benar milikmu. Dan bodohnya aku lupa untuk meminta maaf, tujuan awal aku mencarimu terlupa. Aku hanya bertanya “apa kabar” dan kau menjawabnya “baik”
Hingga beberapa bulan kemudian aku dihantui mimpi yang sama kembali, ku pencet nomormu dan sudah tidak aktif, hingga hari-hari berikutnya aku masih mencoba dan tetap tidak aktif, hingga hari inipun nomormu masih ku simpan dan selalu coba aku hubungi meski pada akhirnya hanya suara “nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif” yang aku dapati.

Dua minggu lalu aku melihatmu update status di media sosial dan kukirimkan sebuah private massage menyapamu. Kau balas sekedarnya, ketika aku kembali menyapa kau telah kembali menghilang, mengacuhkanku 😦

Hingga hari berikutnya aku masih menyapa dan mengirimkan pesan padamu dan kau tetap diam tak membalasnya. Meski kau sedang aktif di media sosial itu. Iya disini aku baru merasa kau berbeda. Kau menjadi sosok lain yang tak lagi sama dengan kau yang dulu. (Iya, aku tahu 10 tahun berlalu tentu begitu banyak perubahan tentangmu yang aku lewatkan. Bodoh jika aku berharap kau masih bersikap manis seperti dulu saat kau masih mencintaiku)

Hari ini aku sadar, bahwa seharusnya aku telah meminta maaf padamu setahun lalu, tidak hanya sekedar basa-basi dan say hello apa kabar. Hari ini, coba liatlah laman private massage milikmu aku mengirimkan sebuah permintaan maaf yang tulus untukumu. Sungguh aku berharap kau mau memaafkanku sepenuh hatimu.

Maafkan aku karena pernah menjadi seseorang yang teramat menyebalkan buatmu. Maaf…

01 Nov 15