Yang Kau Lupakan


Tak perlu menghitung janji-janji yang telah ditanggalkan waktu, sebab kau akan lelah untuk mengingat dan memastikan janji itu pernah ada.

Tak usah menghintung rindu yang jatuh di dadaku, sebab kau tak akan mampu menanggung beratnya yang sudah melebihi berat tubuhku

Cukuplah kau hidup di dadaku sebagai debar, yang  tetap ada meski tak lagi tumbuh bersama cinta.

Dan aku akan tetap menunggu sekumpulan janji dan rindu dipeluk olehmu. Meski kau telah menjadikanku sebagai perempuan yang kau hapus namanya dari ingatanmu.

.

.

13 Desember 2015

Iklan

Karena Kalian Ada, Aku Bisa


Punya janji untuk update blog setiap tanggal 1. Dan tepat tanggal 1 Des 2015 kisah baru saya dimulai, kehidupan baru, harapan baru dan status baru sebagai single parent. Bangga? No.

Mengawali cerita dari kehidupan baru ini, konflik yang berujung pada perpisahan ini terjadi pada September 2014. Ya sudah 1th lebih yang tak juga menemukan titik temu. akhirnya pada Desember 2015 ini semuanya selesai.

Disini aku ga mau cerita tentang bagaimana aku melewati masa 15 bulan itu, seperti apa hancurnya dan sakitnya perasaanku, seperti apa kecewanya aku, karena kata-kata tak lagi berarti untuk bisa menggambarkan semuanya.

Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih untuk semua yang telah menemani dan support aku selama 15 bulan yang sulit ini.

Pertama tentu buat kedua orang tua untuk support dan dukungan untuk setiap langkah yang aku ambil, yang mendukung penuh apapun keputusanku, sebab mereka tahu seperti apa sakitnya aku. Lihatlah anakmu yg kecil ini, tidak pernah bersedih atau meneteskan air mata. Aku kuat, aku bukan lagi gadis kecil yang cengeng itu. (Ya, aku berhasil tidak meneteskan air mata sekalipun dihadapan kedua orang tua. Agar mereka tahu bahwa aku baik-baik saja; meski sesungguhnya di belakang mereka aku menangis tak henti-henti). Jangan cemaskan aku. Aku baik-baik saja.

Untuk sahabat terbaik, untukmu harapanku tetap sama, semoga kita tetap menjadi teman yang baik hingga nanti kita tak lagi mampu berdoa.
Terima kasih telah menjadi teman galau selama 1tahun terakhir, teman dimana aku tak pernah malu meneteskan air mata di hadapannya, teman yang rela nemenin aku chat dari pagi hingga malam hingga pagi lagi tanpa mengeluh. Untuk teman yang selalu menenangkan aku, yang meyakini aku pasti kuat melebihi keyakinanku sendiri. Teman yang saat aku merasa sedih selalu ingin pulang kepadanya.
Kamu teman terbaik, teman yang akan selalu aku rindukan sepanjang usia.
Maafkan aku yang sering tiba-tiba menangis, yang tiba-tiba mengganggu tidurmu, yang selalu merepotkanmu. Semoga kamu tak lelah mempunyai teman yang bawel dan cengeng seperti aku. Heii kamu inget pesenku ya.. Jangan punya pacar dulu, biar kalo aku galau dan butuh kamu ga ada yang cemburu (iya.. Ini egois namanya. Tapi ga papakan aku minta demikian 🙂 dan kau selalu hanya tertawa dan bilang aku curang.) tetaplah jadi sahabat terbaikku. Selamanya. 🙂

Buat My d’eL yang super duper lebay. Maaf aku ga bisa jujur dari awal sama kalian aku menyimpannya rapat, kecuali sama lady.. Dia tempat curhat pertama dari d’el lalu lola, dia kepoin gw sampe akhirnya gw ga sanggup lagi bohong dan menutupi semuanya. Tapi karena d’lola aka Ika, aku jadi berani ambil langkah maju buat melangkah dan mengambil keputusan ini.
Jadi sekarang kalian tahu kan apa alasan aku menangis tersedu saat mega menikah? Sampe sion bingung kenapa teman nikah kok aku malah nangis sesenggukan. Ya benar, tragis sekali, saat teman memulai kehidupan baru, aku malah mulai mengakhiri. Saat itu rasanya dada sesek banget. Dan ya cuma mega yang tahu apa alasannya aku nangis begitu pas dia nikah ; maafken..
Dan sekarang pujun udah menemukan jawaban atas pertanyaan kenapa bukber gw jalan sendiri sama anak-anak, kenapa suami tega ngebiarin gw bawa krucil sendirian buat bukber bareng kalian. Kejawabkan kenapa. :mrgreen:
Kalian itu sahabat-sahabat yang baik, yang selalu ada saat senang dan sedih, tp memang aku senang menutup diri, seolah bisa menyelesaikan kedukaan seorang diri. Maafkan aku yah guys.. 😘😍

Terima kasih buat kamu yang menyadarkan aku tentang “siapa aku, kanapa aku harus merasa pantas mendapat ini dan itu menuntut ini dan itu dari Allah” terima kasih juga sudah jadi temen ngobrol yang nyaman, yang selalu aku ping!!! Malam-malam. Yang kalo aku ajak ngobrol serius malah jawabannya selalu bikin aku ketawa.
Lagi sedih mau pinjem bahu buat elap ingus malah ditawarin kanebo. Ishh parah bett kamu parahh..
Terima kasih untuk kekocakannya yang buat aku gagal cerita sedih. Iya selalu gagal kalo mau curhat sedih sama kamu.

Buat teteh-teteh ketjeh aku yang mengajariku jangan mencemaskan status, ga papa jadi single parent dari pada punya pasangan tapi aku ga bahagia.. Kalian ketjeh badaii… 😘

Buat kamu seseorang yang hadir 2 bulan terakhir ini, tapi udah sering buat aku tertawa dan tersenyum. Terima kasih telah menjadi penyemangat, entah sebagai apapun kau sekarang terima kasih telah membuat hariku menjadi lebih berwarna. Terima kasih untuk ucapan selamat pagi pertama kalinya setiap hari, terima kasih untuk kebawelannya yang selalu marahin aku saat aku kerjanya mulai lupa waktu, yang selalu ingettin buat jaga kesehatan. Makasih yah.. 😘

Terima kasih buat semua yang sudah menyediakan telinganya saat aku cuap-cuap ga jelas buat yang udah menguatkan aku dan berkata bahwa aku pasti kuat. Kalian benar, aku kuat.

Terima kasih kalian, telah menjadi bagian dari orang-orang yang menghapus kesedihanku… Love you all ❤❤

01 Desember 2015