Melihat Senyummu Kembali


 

 

ABS

Dear A,

Hari ini aku kembali melihat senyummu, senyum yang beberapa bulan aku lupakan, senyum yang pernah begitu aku tunggu setiap pagi dan ternyata melihat mu tersenyum masih terasa menyenangkan juga mendebarkan.

Hari ini aku mengingat kembali percakapan sederhana kita beberapa waktu lalu, sebuah percakapan yang mungkin telah kau lupakan namun begitu mengakar dalam ingatanku. “Siapa Aku?” pertanyaan sederhana darimu yang mampu membuatku bangkit dari seluruh keterpurukanku membuatku menyadari bahwa Tuhan sedang tidak bercanda, apalagi iseng dalam memberi ujian kepadaku.

“Kamu itu siapa?  merasa pantas menuntut ini dan itu, merasa berhak meminta ini dan itu, tak menyadari bahwa sesungguhnya diri kita sendiripun bukan milik kita.  Terserah Tuhan mau memberi ujian semacam apa, karena kita semua Milik-Nya”

Lalu aku cuma bisa diam dan berpikir dalam hati, “aku ini siapa? mengapa harus mengeluh? mengapa selalu menuntut?”

Terima kasih untuk senyummu sore ini, setelah gerimis tak henti-hentinya jatuh dari langit mataku sejak pagi. Sungguh senyummu membuatku memutar memori tentang pertanyaamu “aku ini siapa” dan membuatku tersenyum kembali.

Mungkin setiap sedih, aku hanya perlu mengingat pertanyaanmu “Kamu itu siapa?”

Jakarta, 02 Februari 2016

#30HariMenulisSuratCinta ; Hari ke-3

 

Iklan