Tak Ada Lagi Perdebatan Kita Tentang Hujan


image

Dear Di,

Apakah kau masih tidak menyukai hujan?
Apa kau masih suka memandang senja dengan secangkir teh hangat?
Apa kau masih takut kucing?
Apa, apakah kau masih mengingat aku?

Di, aku masih mengingat segala tentangmu dengan sungguh, mimpi-mimpi yang pernah kita tulis pada sebuah buku bersama, aku menghafal semuanya. Kalimat terakhir yang tercatat pada buku mimpi kita “hari ini kita menulis mimpi, namun suatu hari nanti kita akan tersenyum membaca ini. Bahwa kita telah menjadi sepasang bahagia yang tak lagi perduli pada semua mimpi ini, sebab yang jauh lebih penting dari mimpi adalah; kita masih bersama dan bahagia.”

Di, aku ingin sekali bercerita padamu tentang banyak hal, tentang mimpi -mimpi yang telah selesai aku wujudkan. Semuanya Di, semua mimpi kita telah tunai. Namun betapa sungguh menyakitkan membaca semuanya kembali Di, bahwa aku kehilangan yang lebih penting dari semua mimpi itu; kamu.
Aku kehilangan seseorang dimana kita selalu memperdebatkan hujan. Hujan yang selalu menyenangkan bagiku, namun tidak untukmu.

.

Jakarta, 06 Feb 2016
#30Hari MenulisSuratCinta hari ke-6

Iklan