Pergilah, Jika Rumah yang Kau Tuju Bukanlah Aku


Cinta adalah sepasang sayap yang akan membawamu terbang; menemukan rumah untuk pulang
—————————————————–

Kepada seseorang yang (mungkin) masih mencintaiku.

Duduklah di dekatku sebentar, ada yang ingin aku bicarakan. Tenanglah, aku tidak akan bercerita tentang seberapa aku mencintaimu. Tidak.

Dengarlah, jika mencintaiku menjadi sulit buatmu maka berhentilah, sebab aku tidak ingin membuatmu merasa seolah mencintaiku namun selebihnya engkau berduka.

Jila di dekatku langkahmu terasa berat, maka menjauhlah, aku tidak ingin menjadi penahan kebahagian yang kau impikan.
Aku tidak ingin menjadi pemberat bagi air di ujung matamu. Pergilah sejauh yang mampu kau lakukan, hingga aku tak lagi nampak dan menyesakkan dadamu.

Aku tidak ingin meminta kau mencintaiku, menemaniku dan menghabiskan harimu bersamaku, aku hanya ingin kau tertawa, berbahagia dan berbagi cerita dengan seseorang yang engkau cintai (meski itu bukan aku).

Melangkahlahlah, bila rumah yang kau tuju itu bukanlah aku.

Namun, jangan pernah memintaku berhenti mencintaimu. Aku tidak mampu dan tidak akan pernah sanggup.
Aku tak mampu pergi meninggalkanmu, melangkahkan kaki menjauh darimu, sebab aku tak akan pernah melihat siapapun di depan mataku. Maka kuijinkan kau yang menjauh agar ketika kau pergi aku masih bisa menatap punggungmu, meski kian lama kian samar.
Samar oleh jarak yang kian jauh dan airmata yang jatuh.

#30HariMenulisSuratCinta.
Hari ke-10

5 respons untuk ‘Pergilah, Jika Rumah yang Kau Tuju Bukanlah Aku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s