Aku Masih Menyukai Caramu Mencintainya


Kepada lelaki yang mencintai perempuannya sedemikiannya,

 

Maaf, jika akhir-akhir ini kau menjadi seseorang yang sering ku perbincangkan, dengan Tuhan. Sekarang aku lebih senang berlama-lama berbincang denganNya. Mengabarkan tentang harapan, cinta dan kau. Aku lebih sering berbincang denganNya, dibandingkan denganmu, sebab segala yang aku ceritakan kepadaNya adalah rahasia yang belum kau ketahui. Aku masih menyukai cara ini, melihat tawamu dengan perempuan yang kau cintai sedemikiannya, masih menyukai bahagiamu yang tak pernah ada aku diantaranya.

Aku menyukai caramu mencintai perempuan istimewa itu, ia yang kau sebut di dalam doa-doa, kau ingat disepanjang waktu; perempuan yang demi bahagianya kau rela menukar bahagiamu dengan airmata.

Aku menyukai caramu mencintai perempuan yang kau sebut sebagai segalamu, ia yang selalu membuatmu tersenyum, membuatmu bermimpi dan menyadari bahwa hidup adalah merayakan kebahagiaan, ia yang membuatmu merasa terlengkapi, perempuan yang sering kau perbincangkan bersama Tuhan dengan penuh harapan.

Aku yang tak pernah bisa di sampingmu, tak bisa menghapus air matamu, tak bisa memberikan bahuku untuk menyandarkan kesedihanmu, maka kumohonkan; kau tak akan pernah melewati duka dan kesedihan apapun. Agar kau selalu bisa mencintai perempuanmu dengan lebih baik lagi.

Kelak jika kau baca surat ini, berbahagialah. Sebab tak banyak lelaki yang bisa mencintai perempuan sedemikiannya, kamu istimewa, karenanya aku jatuh cinta, jatuh cinta pada caramu mencintai perempuanmu.

Tetap sehat dan bahagia ya, agar aku selalu bisa melihat senyummu, melihat binar matamu yang bercahaya saat menceritakan tentang perempuan yang melahirkan seluruh puisi di kepalamu, yang menjadi sumber semangat dan kebahagiaanmu.

Katakan pada perempuanmu agar ia bersyukur memilikimu, sebab ada banyak perempuan lain yang berharap bisa menggantikan tempatnya disisimu.

Jakarta 12 Februari 2016

#30Hari MenulisSuratCinta hari ke-13

Iklan