Kepada Nafas yang Menguatkanku


Kepada nafas yang menguatkanku,

Seperti halnya cinta, doa adalah perihal yang tak dapat kau lihat namun mumbuatmu kuat ~

Surat ini mungkin akan kalian baca beberapa tahun lagi, namun tak apa aku menulisnya hari ini.

Kalian adalah alasan sederhana yang bisa membuatku tetap tersenyum, membuatku berhenti menangis, alasan untuk bangkit agar bisa menjadi payung bagi hujan di mata kalian. Kalian adalah alasanku untuk tetap bahagia.

Suatu hari nanti kalian akan mengerti mengapa perpisahan terasa begitu menyakitkan, mengapa sebuah kehilangan terasa begitu perih, namun melepaskan akan terasa membahagiakan. Meski pada kesemuanya ada perihal yang sama yaitu; tak lagi memiliki. Namun kelak kau mengerti ketiganya sangat jauh berbeda.

Suatu hari kelak kalian akan mengerti mengapa kesunyian itu terasa gelap, kesendirian itu menyesakkan, namun menyendiri itu terasa menenangkan. Meski pada kesemuanya ada perihal yang sama yaitu tak berkawan. Namun kelak kau akan mengerti mengapa ketiganya berbeda.

Hidup adalah perjalanan menuju pulang, banyak hal yang mesti kau petik, namun tak semuanya mampu kau bawa. Ada banyak hal yang akan kau lewati yang kelak akan kau ceritakan pada rumah yang telah menunggumu pulang. Apa yang kelak ingin kau ceritakan persiapkanlah dari sekarang, nak, persiapkan semua sebaik-baiknya sebab hidup adalah perjalanan yang tak bisa diulang.

Maafkanlah ibu jika tak selalu bisa memberi segala yang kalian pinta, namun semoga ibu masih bisa mengajari untuk bersyukur dalam segala yang tak kalian punya. Maafkalah jika ibu tak selalu ada saat kalian menangis, namun semoga ibu masih bisa mengajari kalian tertawa saat menghadapi kesedihan. Maaf kan ibu yang terlalu sering pulang larut malam, yang tak menemani kalian saat mulai memejam, namun semoga ibu masih selalu bisa menjadi seorang yang pertama kali  kalian lihat saat membuka mata.

Berbahagialah Nak, rayakan hidup kita dengan cerita-cerita indah yang penuh tawa, jangan pernah lemah, meski perjalanan hidup tak selalu mudah.

Dariku,
Ibu; yang di dalam dirinya, kalian tumbuh sebagai cinta dan doa.

16 Februari 2016
#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-17

Iklan