Selera Humor Kita Berbeda


Tuhan Yang Maha Lucu,
Kau sering membuatku tertawa, tertawa hingga jatuh airmata, hingga aku merasa leluconMu tak lagi lucu bagiku.
Begitu banyak kisah yang Kau tulis dan harus aku lalui dengan bulir air mata ditiap langkahnya. Begitu banyak cerita yang harus aku perankan sementara aku merasa telah lelah namun penonton menunggu untuk bertepuk tangan.
Selucu itukah Tuhan?
Atau selera humor kita yang berbeda?

Tuhan Yang Maha Baik,
Aku akui bahwasanya aku seringkali masih marah atas apa yang Kau beri yang tak sesuai inginku, masih menangis saat sesuatu Kau ambil dariku dan masih sering mengeluh ketika Kau belum menjawab doaku.

Tuhan Pemilik Rancana Paling Sempurna,
Telah kupahami seluruh apa yang Kau berikan adalah yang terbaik. Apa yang kau tuliskan adalah yang tersempurna, namun ternyata dengan mengetahui itu tak cukup bagiku untuk tertawa saat kau menulis tentang kesedihanku berkali-kali.

Tuhan sejauh ini perbedaan selera humor kita?

Jakarta 21 Feb 2016
#30HariMenulisSuratCinta hari ke-22

Dariku : yang masih mencoba tertawa bersamaMu

Iklan