Semoga ada Banyak Lelaki Sepertimu


Dear Brume,

Jika ada seorang wanita yang membuatku iri, itu adalah Ra-mu. Seseorang yang selalu kau tuju dalam semua surat-suratmu, seorang yang kau cintai sedemikiannya. Aku pernah berkata padamu perihal cinta dan mencintai dan kukatakan bahwa seharusnya ada banyak lelaki yang mencintai wanita sedemikiannya, sepertimu.

Membaca baris demi baris surat-suratmu untuk Ra membuatku kemudian membayangkan menjadi dirinya, dihujani  kata-kata penuh makna, kerinduan kerinduan yang tak henti lahir dari tiap akasara. Kau tahu, itu membuatku iri.

Mengutip isi suratmu kepada Ra, “Sudah dua puluh empat dan aku berharap kau tidak pernah membaca satu pun diantaranya. Aku tidak ingin kehabisan cerita bila kita bertemu, sebab semua yang aku miliki hampir tuntas tertulis di sini”. Sungguh mungkin aku akan menangis haru jika aku adalah Ra,  kau telah menuliskan semuanya, namun kau tetap ingin menceritakannya kembali melalui kata-kata dari bibirmu di hari temu.

Kau bahkan tak berharap dia membaca surat-suratmu, surat yang ku tahu kau tulis dengan sepenuh cinta dan rindu.

Saat tiba pada isi surat ke-23 mu ini “Hidupku begitu sepi tetapi selalu mampu kuramaikan kertas dengan tinta semata untukmu.” Aku terdiam lama, sekali lagi aku membayangkan diriku adalah Ra yang di dadanya dipenuhi rindu, aku berkaca-kaca; hampir saja menjatuhkan air mata. Sungguh bagiku untuk seorang yang dipenuhi rindu tiada yang lebih indah dari membaca kalimat itu.

Banyak hal yang membuatku iri kepada Ra-mu, semuanya adalah perihal caramu mencintainya, caramu memperhatikannya, caramu menjaganya meski terpisah jarak, caramu membahagiakannya

“Dua hal yang tidak bisa aku kendalikan lajunya adalah takdir dan ingatan-ingatan tentang kau” aku iri dengan kata-katamu ini, aku iri bahwa ternyata aku tak pernah mendapatkan ucapan semanis itu.

Dear Brume,

Tetaplah mencintai Ra seperti ini, tetaplah menjadikan dia wanita yang paling istimewa, tetaplah membuat banyak wanita iri kepada Ra, agar ada banyak lelaki yang berusaha menjadi sepetimu.

Pada akhirnya aku hanya mampu berdoa, semoga Tuhan menciptakan banyak lelaki yang mencintai wanita sedemikiannya, dan aku mendapatkan salah satunya.

Jakarta, 25 Februari 2016
#30HariMenulisSuratCinta hari ke-26
Dariku; yang ingin dicintai sedemikiannya.

Note untuk pembaca : semua surat kepada Ra ada di: http://torpeunoia.tumblr.com/  bacalah, dan rasakan betapa kau akan iri kepada Ra.

Iklan

Hujan Malam


Huruf demi huruf berjatuhan tak beraturan
Untuk memahami arti kehilangan
Jiwa enggan segera lepas, sebab tak adamu bagiku memang ketiadaan.

Aku seperti kaleng bir telah kosong di tangan pemabuk yang dahaga.
Nirkata tanpa suara, sebab di dalam; hampa paling hampa.

Malam kian terasa panjang, nafas tersenggal-senggal dan segala yang ada menjelma kau.
Abai dalam ketidakgelisahan, kehendak seperti maut; kita saling pagut.
Larik-larik puisi tak selesai; kau, aku, adalah kata-kata telah kehilangan penulisnya.

Adakah sisa keraguan yang tersisa? Semestinya tak ada, sebab kita akan segera moksa.
Meleburlah rahasia, luka dan segala yang tak terucap. Sebab kita adalah cinta, tak tersentuh usia.

Jakarta 25 Februari 2016,
Kolaborasi kata @susyillona dan @dikiumbara