Hujan Malam


Huruf demi huruf berjatuhan tak beraturan
Untuk memahami arti kehilangan
Jiwa enggan segera lepas, sebab tak adamu bagiku memang ketiadaan.

Aku seperti kaleng bir telah kosong di tangan pemabuk yang dahaga.
Nirkata tanpa suara, sebab di dalam; hampa paling hampa.

Malam kian terasa panjang, nafas tersenggal-senggal dan segala yang ada menjelma kau.
Abai dalam ketidakgelisahan, kehendak seperti maut; kita saling pagut.
Larik-larik puisi tak selesai; kau, aku, adalah kata-kata telah kehilangan penulisnya.

Adakah sisa keraguan yang tersisa? Semestinya tak ada, sebab kita akan segera moksa.
Meleburlah rahasia, luka dan segala yang tak terucap. Sebab kita adalah cinta, tak tersentuh usia.

Jakarta 25 Februari 2016,
Kolaborasi kata @susyillona dan @dikiumbara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s