My d’EL


image

Memenuhi janji untuk  menulis tentang d’EL

2008-2016
Sudah 8 tahun yah ternyata kita temenan.. Dari yang masih pada galau-galau labil sampai kini sebagian sudah menjadi Ibu, sebagian sedang memepersiapkan kelahiran buah hati dan sebagian lagi sedang memepsiapkan diri untuk dijemput pasangan terbaik dari Allah.

Merekam jejak ke belakang selama 8 tahun ini rasanya tidak berlebihan kalau aku menyebut kita adalah perempuan-perempuan tangguh dan luar biasa. Ujian-ujian yang datang silih berganti, kejutan-kejutan Tuhan Yang Maha Luar Biasa dan kita buktikan bahwa kita bisa melewati semuanya dan tersenyum hingga sekarang.

Kita pernah melewati bagaimana rasanya saat salah satu dari kita :
– Kehilangan orang tua
– Gagal menikah
– Perpisahan orang tua
– Pertengkaran keluarga
– Diselingkuhi pasangan
– Penikahan
– Melahirkan d’EL junior
– Perceraian
– Kehilangan suami
– Lulus bareng-bareng
Dan momen terbaik buatku adalah saat satu persatu dari kita pada akhirnya memutuskan berhijab. ❤❤

Banyak cerita untuk 8 tahun kebersamaan ini, rasanya tak akan cukup dikisahkan dalam tulisan, mungkin sesekali kita butuh 2 hari suntuk duduk-duduk bareng sambil minum kopi, teh, atau hanya sekedar air putih untuk membasahi tenggorokan yang kering karena kita sudah lelah bercerita, lelah tertawa, lelah mengenang banyak hal yang terlewati dengan begitu cepat yang mungkin terlewat untuk diceritakan sebelumnya.

Atau mungkin sesekali kita butuh saling memeluk satu persatu tubuh kita, saling berbisik bahwa kita rindu, agar langkah yang mungkin kini terlihat jauh meski tak bermaksud menjauh, menjadi rapat kembali.

Jika mungkin kita lupa bagaimana cara saling menggenggam, ada baiknya kita bertemu dan menunjukkan telapak tangan masing-masing biarkan kita saling menyentuh kembali, agar bisa terus saling mengenali kesedihan-kesedihan yang luput diperhatikan, agar kita masih mengingat untuk saling mendoakan.

Jika mungkin kita lupa bagaimana cara memeluk, mungkin kita butuh bertemu untuk mengukur seberapa tangan kita mampu merengkuh tubuh kita satu persatu kemudian mengingat betapa kita permah begitu hangat dalam dada.

Sebab mungkin ingatan kita terlalu pendek usianya, yang selalu harus dinyalakan dengan pertemuan-pertemuan agar tetap hangat dalam kenangan.

Ah… Maafkan jika selama 8th aku menjadi seorang yang terlalu banyak bicara hingga lupa cara mendengar
Jika aku terlalu banyak meminta hingga lupa cara memberi
Jika aku terlalu sibuk hingga melewatkan sesuatu hal yang pernah kalian tangisi atau kalian tertawakan.

Terima kasih telah menjadi salah satu warna yang indah selama 8th ini, menjadi bagian yang begitu manis untuk dikenang.

Love you All ❤❤
__________________
Spesial For:

My d’Leader : Rahma
My d’Lady : Mega
My d’Lola : Ika
My d’Lonely : Tyva
My d’Lazy : Rina
My d’Lumut : Putri Sion
My d’Last : Putri Junita

Iklan

Kau dan Sebuah Halaman Buku


Aku menulis tentang hujan yang jatuh, juga mendung-mendung yang berulang kali datang

Kau membacanya sebagai kesedihan;
Lalu kau menawarkan sebuah payung yang katamu dapat kugunakan untuk berteduh.
Kau juga menawarkan pelukan yang kau bilang dapat kugunakan saat aku mengigil kedinginan

Aku menulis tentang bangku yang kosong,  juga lampu-lampu yang mulai padam saat hari menjelang pagi.

Kau membacanya sebagai kesepian;
Lalu kau menawarkan diri untuk duduk menemani, katamu aku bisa bercakap apa saja, kapan saja.
Kau juga menawarkan diri untuk menyalakan tawa dengan riang canda di antara kita, yang akan memadamkan sepi.

Aku menulis tentang cahaya, juga seseorang yang berlari menghampiri

Kau membacanya sebagai harapan;
Lalu kau tunjukkan padaku malam-malam penuh doa, ketika namaku kau sebut sebagai pinta.
Juga kau perlihatkan, tentang tunas-tunas yang tumbuh setelah daun jatuh

Aku menulis tentang musim-musim yang cepat berubah, juga daun-daun yang tabah.

Kau membacanya sebagai kehilangan;
Lalu kau berdiri menghampiri dan berkata; “satu satunya musim yang tak mengenal kepergian ada di dadaku. Mendekatlah dan rapatkanlah genggaman tangamu, kau selamanya mekar di dalamnya.”

Aku menulis tentang kebahagiaan, dalam balon warna warni, juga kepak sayap kupu-kupu dan pagi yang berseri-seri.

Kau diam;

Seolah aku tak pernah menulis apa-apa;

Di halaman terakhir
Aku menulis tentang kita;

Aku,
Kamu,
dan Buku

Kau membacanya sebagai yang tak pernah ada;

Yang tak pernah kau baca;

Atau mungkin;
Kau telah salah membaca sejak halaman pertama?

___________
Jakarta
25 April 2016