Penyair dengan Huruf Tak Lengkap


Penyair dengan Huruf Tak Lengkap
: @susyillona

Seperti rahasia di jantung bumi, Susyillona, dalam setiap kata yang kautulis, selalu ada huruf yang selamanya — menjadi misteri. Ia bersembunyi pada ribuan tetes hujan dan jatuh begitu saja di antara rimbun pepohonan.

Meski hanya kata dengan huruf tak lengkap, segala yang lahir dalam rupa cinta, mengenal baik yang hendak kauungkapkan. Ia menetas lembut di telapak sehelai daun dan menjadi penghibur yang teduh bagi bunga-bunga yang layu.

Maka tak perlu kau cari ia yang gugur dalam rumpun ilalang, sebab puisi yang sejati, ada dalam matamu: pijar fajar yang teruntai di reranting, kilau matahari di pagi yang tenang, bening bulir padi di pematang, juga cinta yang tak perlu diucapkan, sama sekali.


28 Mei 2016
Ditulis oleh : Rafael Yanuar

Iklan

Barangkali


image

Barangkali kau masih mengingatku, seperti tanpa sengaja kau tulis namaku pada selembar kertas kemudian kau remas-remas

Barangkali tanpa sengaja kau masih mencemaskanku,
Seperti malam-malam dalam doamu kau masih meminta kebahagiaan untukku

Barangkali kau masih mempedulikanku, seperti tanpa sengaja kau mengosongkan hatimu agar dapat memeluk kesedihanku kapanpun itu

Barangkali tanpa sengaja kau masih merindukanku,
Seperti saat kau bermain hujan dan bibirmu masih menyeru namaku dengan suara yang tertahan


Barangkali aku salah,

Sebab mungkin hanya aku yang selalu demikian;

Sebab hanya aku yang selalu begitu;

namun;
tanpa barangkali

———–
Jakarta, 28 April 2016

Doodle : @pramoeaga

Note : Tulisan ini sudah dibuat versi stellernya dalam sebuah kolaborasi doodle dan poem.
Doodle : @pramoeaga
Poem : @susyillona