Saat Kau Tiada


Seperti gelap yang ditutupi kabut, angin tentangmu mulai menjadikannya awan, dadaku gemercik air danau yang menantikan hujan

Pernahkah kau ingat jalan saat punggung kita saling menjauh? lalu air mata jatuh tanpa tahu kapan sakitnya akan sembuh. Mencintaimu, membuat pikiranku kerepotan saat malam, melelapkan dua anak-anak rewel; kangen dan kenangan.

Aku terjebak dalam kotak waktu, saat segala tentangmu masih selalu aku tunggu; selalu aku rindu.

Ketika mengenangmu sesekali, dadaku kini tahu, jaraklah yang selama ini melemparinya batu. Dan kini di dadaku tak ada apa-apa selain hampa, saat kau tiada yang tinggal hanyalah air mata.

30 Des 2015
Ditulis bersama @dhehusnan

Iklan

Aku Merindukanmu


Ada banyak kata yang kutulis dan hapus berkali-kali hanya untuk sebuah pesan sederhana “Aku merindukanmu”
Seperti menyusun rangkaian petasan yang tak pernah berani kusulut sebab banyak kanak-kanak tertidur lelap.

Begitu banyak huruf yang terusun tapi kemudian tereliminasi. Hanya demi rindu yang harus terucap. Aku berpikir berulang bagai  bermain catur, agar tak salah kumelangkah maju. Agar tak salah, rinduku tertuju.

Kata-kata bagai mata pisau yang mengarah ke dalam dada, aku harus mengeja pelan-pelan, menuliskan dengan benar agar sampai padamu tanpa harus meninggalkan luka.

Biar, biarkan saja bagian yang tajam mengarah kepadaku, seperti aku yang tak lagi perduli pada pesan pesan yang tak menemui balasan. Seperti rindu ini, seperti temu yang mungkin tiada lagi.

Sebab aku hanya berharap kau membaca, sebab aku hanya ingin kau tahu, agar kecemasan tak selamanya tinggal di dadaku.
Biarkan rinduku bertamu di dadamu, meski pada akhirnya kau tak pernah membukakan pintu.

Maafkan kebebalan rinduku, maafkan aku yang telah tahu bahwa kau tak lagi mau tahu. Sebab rindu yang tak terucap, benar benar benalu. Menggerogoti kewarasanku.
Tenang saja, kau tak perlu membalasnya, kau hanya perlu tahu bahwa resah sesekali perlu dilepaskan. Agar ia tak liar di dalam ingatan.

Juni 2016
Kolaborasi : Susyillona & Galuh Sitra

Di tulis dari dua kota yang berbeda (Jakarta & Bali)