Tentang Jendela yang Terbuka


Aku sering melihat lelaki di balik jendela itu menulis, di ke jauhan aku membacanya sebagai kesedihan. Kepalanya lebih sering menunduk dan sesekali menatap kosong ke luar jendela. Setiap malam seusai menulis ia akan menyulut 2 batang rokok, selalu dua batang, tidak lebih. Lalu ia akan mematikan lampu kamarnya dan membiarkan jendelanya tetap terbuka.

Aku seperti melihat sebuah fragmen yang berulang, Seorang lelaki duduk, menulis, menatap nanar ke luar, lalu menyulut kesedihan. Aku sering kali menerka apa yang ia tulis, aku memandangi siluet tubuhnya dan mulai membacanya satu per satu.

Di ruang ini mulut-mulut menjadi bisu
kata-kata tak menemukan pintu ke luar
Jarum jam seperti roda kereta
tak pernah mau menunggu barang satu putaran saja

Langit selalu gerimis
dan tak ada payung yang bersedia mengantar tubuhku
ke dalam jangkauan lenganmu

Ketika hujan reda
segalanya sudah tak lagi ada.

Aku sering menunggunya muncul di jendela, meski beberapa kali ia tak ada di sana, namun jendelanya selalu saja terbuka. Ketika ia mulai duduk, aku mulai memutar sebuah lagu sendu, kuputar berulang-ulang hingga nanti ia memadamkan lampu dan siluet tubuhnya tak nampak lagi di mataku.

Ia lelaki yang tak menyukai kopi, mungkin. Sebab di mejanya tak pernah nampak gelas atau cangkir-cangkir. Hanya ada sebuah buku dan asbak.

Aku suka memandangi kegelisahannya, caranya menyalakan nyeri dan menghembuskanya. Aku suka ketika jemarinya mengacak-acak rambutnya dan kemudian bersandar di kursi teramat lama. Aku suka membaca kemurungannya.

Aku mencoret angka pada kelender 
memberi tanda silang pada ketiadaan

Di sini segalanya hidup dan mampu bercerita
jam dinding,
meja,
kursi,
kalender,
hingga jendela;
segala yang aku miliki

Kecuali aku;
sebab apalah arti raga
saat ia bukan milik siapa-siapa.

Lelaki itu mungkin sedang menunggu; seorang wanita yang tak pernah ada pada halaman takdirnya.

_____

Jakarta, 02 Sep 2016

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s