Mungkin Saja Ini Tentang Kamu


Aku tidak ingin menulis tentang kisah-kisah yang membuat hatiku patah, atau tentang seseorang yang masih aku harapkan mampu melengkapi hidupku, meski yang ia lakukan seringkali malah melukai hatiku. Tidak. Bukan tentang mereka.

Sebutlah ini bukan sebuah kisah nyata, sebab aku tak ingin kau menduga-duga tentang siapa yang aku maksudkan dalam cerita ini.

Meski mungkin saja;

Tulisan ini tentang kamu, yang tidak pernah berkata “tidak” saat aku meminta sesuatu. Yang tidak pernah berkata “terserah” saat aku meminta pendapat. Yang selalu bilang “iya” ketika aku membutuhkan, yang selalu berkata “baiklah” ketika aku minta untuk datang.

Tulisan ini tentang kamu yang tidak pernah mempertanyakan alasanku menangis, yang tidak pernah mempermasalahkan kesalahaku di masa lalu dan yang terus menerus menjadi teman berbagi sedihku.

Tulisan ini tentang kamu yang katamu aku adalah satu-satunya perempuan yang pernah kau beri hadiah, tentang kamu yang bersedia menemaniku selama aku belum memiliki pasangan, meskipun dengan raut menggerutu kau mengatakan aku curang.

Tulisan ini, sesungguhnya tidak ingin menceritakan apapun tentangmu, kecuali satu; Aku ingin Tuhan menjagamu baik-baik di dalam ingatanku. Sebab aku tidak tahu bagaimana cara berterima kasih yang lebih baik dari mengingatmu sebagai yang terbaik.

Terima kasih sudah mau menjaga perempuan rewel ini.

Jakarta, 14 Maret 2016
#NyincingDasterClub
#MemeliharaIngatan

Iklan