Tanpamu Itu Menyesakkan, Sedang Merelakanmu Aku Kesulitan.


images (5)

Aku masih belum memahami;
Kau bisa meninggalkanku semudah ini, sementara kau pernah menemaniku sedekat nadi.
Kau bisa melupakanku begitu cepat, sementara kau pernah memperjuangkanku dengan kuat.
Kau bisa membenciku sedemikian dalam, sementara kau pernah begitu mencintaiku dalam-dalam.

Ajari aku;
caramu meniadakanku, caramu melupakanku, caramu menghapusku; sementara di tiap detikmu pernah tumbuh aku.

Aku masih belum mengerti;
Kau mampu melangkah tanpaku, sedang kau pernah begitu senang berjalan di sisiku.
Kau mampu mengacuhkan sapaku, sedang kau pernah begitu betah bercakap denganku
Kau mampu hidup tanpaku, sedang kau pernah begitu bahagia menjalani hari bersamaku.

Katakan…
Bagaimana cara untuk berjalan sendiri, bediam diri, dan berbahagia meski kau tak lagi ada; sementara di detak jantungku masih selalu tumbuh kamu.

Tanpamu itu menyesakkan, sedang merelakanmu aku kesulitan.
Kepergianmu itu menyakitkan, sedang melupakanmu aku kepayahan.

Aku mencintaimu, selalu mencintaimu; meski bagimu aku hanyalah beban yang perlahan-lahan telah kau lepaskan.

 

______

Jakarta, 16 April 2017