Jatuh dalam Cinta


Mungkin hanya aku
yang berharap bisa menjelma kata-kata,
sembunyi dalam buku yang kau baca;
lalu menyelinap di ingatanmu sebagai cerita yang paling kau suka.

Mungkin hanya aku
yang berharap bisa menjadi kopi,
sembunyi dalam cangkir tempat kecupmu mampir setiap pagi;
lalu menyelinap di bibirmu sebagai rasa yang membikin candu.

Mungkin hanya aku
yang berharap bisa menjadi pencuri,
sembunyi di balik cermin, mencuri sedih wajahmu di dalamnya;
lalu menyelinap di matamu sebagai bahagia yang paling enggan kau lupa.

Apa kau pernah, sekali saja merasa ingin menjadi aku? Mencintai sedalam-dalamnya namun dilepas semudah-mudahnya.

Mungkin memang hanya aku,
Sebab hanya aku; yang sebegitu jatuhnya dalam cinta.

Jakarta, 01 Juni 2017

Ditulis untuk #NyincingDasterClub tema Bebas.

Kita Tidak Pernah Sepakat


Kita pernah saling jatuh cinta, saling ingin membahagiakan, juga saling ingin melengkapi; dan itu bukanlah suatu hal yang telah direncanakan sebelumnya.

Bila pada akhirnya kita saling menghindari, saling menyakiti, dan saling ingin melupakan; itu juga bukanlah hal – hal yang telah kita rencanakan jauh-jauh hari.

Kita tidak pernah sepakat untuk saling jatuh cinta kemudian meninggalkan; tetapi kau dan seluruh yang kau lakukan telah menjadi sepaket yang menyesakkan.
Jakarta,

08 Mei 2017