PEREMPUAN


IMG-20170918-WA0003

Susi Illona. Perempuan yang mengagumi Ekalaya lebih dari kekasihnya sendiri. Bahkan kalau kelak dia mempunyai seorang anak laki-laki, akan dimanai ksatria yang mengalahkan panah-panah Arjuna sebegitu telaknya: Ekalaya.

Jadi, kalau kau belum Ekalaya, jangan pernah berharap mendapatkan hatinya.

Perempuan manapun akan sama misteriusnya dengan hutan, gurun, dan samudera. Barangkali begitu juga dengan Susi Illona.

Bahkan Topi Seleksi di sekolah Hogwarts pasti akan mengalami migrain dahsyat karena menentukan asrama yang pas untuk perempuan misterius yang sering galau ini.

Asrama Griffindor yang terkenal dengan orang-orang kuat, dan pemberani, jelas ndak mungkin disisipi sosok yang hobinya cuma rindu dan nulis puisi. Karena itu akan sangat mengganggu konsentrasi Harry, Hermione, dan Ron, dalam mengalahkan You Know Who.

Slytherin? Absolutely NO!!! Berani taruhan deh, JK. Rowling ndak akan tega nulis cerita tentang perempuan yang dibully habis-habisan oleh Molfoy dan kawan-kawannya. Jangankan nulis, lha wong mbayangin aja aku ndak tega, og.

Hufflepuff atau Ravenclaw? Asrama Hufflepuff yang dikenal bermurid setia dan sabar, aku kira ndak akan mau menerima siswi yang mengeluh encok dan nyeri setelah 16 jam perjalanan kereta. Jadi ya, ndak ada pilihan lain, karena Asrama Ravenclaw memang cenderung bermurid cantik dan pintar.

Tapi mana mau @susyillona sekolah di Hogwarts. Mungkin karena masa depan penyihir kurang menjanjikan. Maka dia memilih bergabung dengan Nyincing Daster Association —@nyincingdaster, sebuah lembaga muspro yang diciptakan untuk mengkudeta apapun yang sering disebut sebagai luka dan derita.

Sketch and caption By : Muhammad Thoha

___________________

 

Catatan ; Terima kasih lho ya, sudah mengingatku sebagai perempuan yang jatuh hati dengan Ekalaya.

Mengagumi Ekalaya tidak lantas membuatku mengagumi Anggraini, banyak alasannya. Tetapi jika dihadapkan pada pertanyaan, “maukah menjadi Anggraini?” maka jawabku “Yes,” selama yang bertanyanya itu adalah Ekalaya 🙂

Iklan

Lilin Belum Padam


1488976084

Aku menyalakan lilin,
merangkum doa
dalam beberapa semoga.

Sungguh terlalu sedih
untuk kupadamkan
sendiri.  Api ini masih ingin
menyala. Menemani.
menghangatkan
ingatan-ingatan lampau
menerangi hari-hari baru

Adakah yang ingin kau pinta?
sebelum segalanya menjadi
sesal. Waktu terkadang
hanya menyisakan sepi
mencuri banyak hal
yang lalai kita syukuri
menghapus banyak cerita
yang seharusnya ada.

Semoga panjang umur,
dan bahagia—
ah, kita tak pernah tahu
kapan hidup berkata cukup
namun, selama ada waktu
bila kau ingin merayakan
tahun-tahun yang berlalu,
aku selalu bersedia
menyalakan dan menawarkan lilin
untuk kautiup berkali-kali.
hingga api itu tak lagi
dapat padam.

Jakarta, 21 Sep 17
in collaboration with : Raf

#LilinBelumPadam #LilinUntukMu

#Doa#Harapan #LilinHarapan

#SemogaBahagia#SemogaPanjangUmur

Semoga kau tahu bila tulisan ini menuju kepadamu.

Tiga Hal yang Mudah Membuatku Menangis


​Setelah semalam kamu tanya tentang 3 hal yang mudah membuatku menangis, aku kok merasa kamu itu berani sekali ya mas. Kamu tahukan memilih bagi perempuan itu bukan perihal mudah, apalagi memilih 3 hal dari jutaan hal yang membuatnya menangis.

Kalau saja kau tahu komposisi yang dibutuhkan saat Tuhan menciptakan perempuan, tentu kamu tak akan berani bertanya “Dek, coba kasih tahu aku 3 hal apa yang  mudah membuatmu menangis” Kalau ternyata kamu masih memintaku untuk menyebutkan 3 hal yang mudah membuatku menangis, tentu aku yakin sekali kalau kamu belum pernah baca buku tentang “Saat Tuhan Menciptakan Perempuan” karya semua perempuan yang diterbitkan oleh pikirannya sendiri. Buku ini nda bisa dibeli di toko buku manapun mas, tapi kau bisa memintaku untuk memaparkannya.

Begini mas, perempuan itu diciptakan dari 72% air mata, 19% rindu, 6% kebenaran, dan sisanya yang tak sampai 3% itu ialah apa yang kamu lihat itu sekarang pada diriku.

Jadi kalau aku sedikit-sedikit nangis ya kamu harus maklum, tapi kamu tak perlu kursus cara membahagiakan perempuan kok mas,  cukup sering sering mengajakku belanja, piknik dan bilang aku cantik saja. Kalau aku bilang rindu setiap Menit juga kamu jangan heran mas, tapi kamu juga ga perlu ngecekin tokopedia atau lazada demi nyari pintu kemana saja agar kapanpun aku bilang rindu kamu langsung makbendunduk ada di depanku. Cukup kamu sering-sering telpon dan bilang “dek kamu lagi di mana to? kok aku menemukanmu di mana-mana, di sini, di sana, di situ, di dalam hatiku lho nda ada selain kamu.” iya gombalin saja aku mas, gombalin terus sampe kamu yang kena karma jadi lebih rindu dari aku. Kalau aku sering marah-marah kamu juga jangan heran mas, tapi kamu juga ga perlu mempelajari  1000 cara menghindari kesalahan  yang sering dilakukan pria kepada wanita. Nda perlu mas, buang-buang waktu aja buat baca itu, cukup kamu bilang “iya dek, aku yang salah. Kamu mau apa biar kamu mau maafin aku?”

Kembali ke 3 hal yang mudah membuatku menangis, ini bukan perihal mudah mas, mengingat perempuan punya sejuta alasan dan juga jutaan lainnya tangisan yang tanpa alasan, tapi demi kamu aku akan ungkapkan alasan-alasanku menangis.

Pertama, kamu tahu to mas perempuan melahirkan anak itu bukan sebuah sulapan bim salabim yang terus bisa ada bayi oek oek yang bisa kau timang-timang dan sayang-sayang itu, tapi melalui proses membesarkan perut dulu selama sembilan bulan lebih sembilan bulan lho mas dia kudu beradaptasi dengan tubuhnya yang awalnya komposisi air matanya 72% menjadi 85% dan perubahan perubahan lainnya yang kalau aku jelaskan kamu nda akan pernah ngerti. Bukan aku mengatakan kamu bodoh sampe nda akan ngerti penjelasanku mas, tetapi komposisi itu akan berubah terus setiap saat tanpa ada aba-aba dan peringatan dulu. Jadi kalau misalnya aku nangis sebab anak kita juara kelas,  anak kita jatuh, anak kita sakit,  anak kita nda  ngapa-ngapain saja juga aku nangis, ya kamu nda usah tanya kenapa alasannya Mas, karena  penyebab utama yang membuat aku menangis itu ya anak-anak.

Kedua, kamu tahu toh komposisi terbesar kedua perempuan itu rasa rindu? ya jadi alasanku nangis selanjutnya adalah kalau aku kangen mas; kangen jalan-jalan, kangen belanja buku baru, kangen makan enak, kangen nyalon, kangen marah-marah, kangen anak-anak, jadi kalau kamu nda mau buat aku nangis kamu jangan buat aku kangen karena hal-hal tersebut mas, oh iya  kangen pelukanmu juga salah satu di antaranya.

Ketiga, oh kamu beneran mau tahu alasan ketiga ini mas? atau kamu mau katakan “hop dek, sudah cukup dua alasan saja” soalnya aku takut kamu nyesel sudah bertanya alasan ketiga itu apa..

Masih bisa mengingat posisi ketiga dari komposisi perempuan kan mas? serius mau aku lanjutin? atau hop saja? tapi sudah terlanjur mas, aku lanjut saja ya. Karena perempuan diciptakan dari kebenaran, makanya jangan pernah nyalahin perempuan sekecil apapun. Jangan pernah mas, jangan. Misalnya kamu bilang “dek masakanmu kurang asin dikit” kamu tahu to kalau jawabanku pasti “Lidahmu lho mas ngaco, coba dihabisin dulu baru komentar” dan kalau kamu ngeyel masakan itu asin, aku pasti nangis. Atau pas aku bilang “uang belanja udah abis Mas” terus kamu bilang “lho dek, itu nda aku kurangi jumlahnya dari bulan kemarin”  itu artinya kamu nda perhatian mas, sebab nda tahu kalau  bulan ini ada lipen warna baru, ada kutek lucu, ada abang-abang jual gorden yang bulan lalu nda, ada hal-hal lainnya yang menandakan kamu nda perhatian dan nda pengertian kalau sampe kamu nda tahu uang belanja habis lebih cepat karena apa. Jadi siapa yang salah kalau sampe uang belanja abis sebelum waktunya? ya kamu mas, kenapa kamu nda prediksi bahwa akan ada lipen, kutek, gorden dan lain-lainnya bulan ini?

Kalau kamu nda kasih uang belanja lagi, tentu bakal nangis meratapi nasibku yang nda disayang sama lelakinya, meratapi bahwa ternyata lelakinya nda pengertian dan nda bisa memahami diriku seutuhnya.

Jadi itu tiga hal yang mudah membuatku menangis sebab sudah kodratnya demikian mas, kamu kudu nerima dengan lapang dada sembari memelukku dan bilang “iya dek, aku akan berusaha membuatmu nda nangis lagi”

Terima kasih kamu cuma minta tiga hal mas, coba lebih banyak lagi, aku yakin kamu yang akan nangis pas baca tulisan ini.
Jakarta, 2017

#3halYangMudahMembuatkuMenangis #NyincingDaster ProjectMenulis