Barang Bekas?


​Apakah Mantan itu Serupa Barang Bekas?

Ketika menjalin suatu hubungannya dan lalu berakhir (dengan sebab apapun) beberapa memilih untuk menyingkirkan sosok orang itu dari kehidupan.

Dimulai dengan menghapus kontaknya dan menutup akses komunikasi dengannya. Memblokir semua akun sosmednya agar tidak lagi tahu apa yang dilakukannya setelah tak lagi bersama kita. Menyingkirkan dan membuang barang-barang yang berhubungan dengannya agar tidak mudah menghadirkan “sosok” dia di barang-barang tersebut. Menghindari tempat-tempat yang pernah dikunjungi bersamanya agar tidak merusak mood saat makan, nongkrong, nonton dan lain sebagainya. Seolah segala yang bersinggungan dengannya ialah segala yang harus dibuang jauh-jauh, sesuatu yang tak perlu lagi ada di bumi ini. Seolah segala tentangnya ialah perihal yang dapat menghancurkan hidup.

Seburuk itukah seseorang yang pernah kau pilih untuk menjadi pendamping hidup? Semenakutkan itukah seseorang yang pernah kau cintai?  Sebodoh itukah kamu membiarkan ia yang “buruk” dan “menakutkan” menjadi bagian dalam hidupmu?

Aku rasa tidak.

Lalu mengapa harus membuangnya jauh-jauh seolah ia ialah barang yang tak lagi layak ada di muka bumi?

Apakah dengan berhenti berkomunikasi dan memblokir semua akses bertemu dengannya lantas membuat ingatan tentangnya lebih mudah terhapus?

Bukankah ingatan itu letaknya ada dalam dirimu? Bukan pada sesuatu yang berada di luar diri sehingga yang bila mana kau kemas, kau masukkan kardus, kau alirkan ke sungai atau kau bakar semuanya langsung hilang tanpa bekas.

Lalu bagaimana menyingkirkan rasa sakit dan pahit itu dalam diri?

Memaafkan.

Aku rasa tak ada yang lebih ampuh untuk bisa merasa bebas dan lega selain memaafkan.

Maafkanlah. Biarkan Ia tetap hadir di manapun, hingga perlahan semua rasa menjadi “biasa saja”. Hilangkan “perasaannya” bukan menghilangkan “sosok dirinya” dari kehidupan, bukan pula menghapus kenangan yang ada.

Tidak mudah, mungkin. Namun bila kau berhasil melakukannya, kau akan merasa lebih bahagia, sebab tak menyimpan benci pada seseorang, tak perlu sembunyi-sembunyi dari kenangan,  tak perlu mengutuk diri sendiri tiap kali rasa rindu itu tiba tapi kau tak bisa berbuat apa-apa.

Beberapa orang hadir dalam hidup hanya untuk memberi mimpi dan harapan. Mereka pergi tanpa penjelasan, seolah tidak ada yang penting, tidak ada yang berharga, tidak ada yang pernah terjadi dan tidak ada yang tersakiti karenanya.

Cobalah memilih untuk memaafkan. Tetaplah menyimpan kontaknya sesekali sapa ketika ia berulang tahun, ketika hari raya, atau memang ada sesuatu hal yang perlu kau tanyakan padanya.

Tetap saling followlah di sosmed, tak apa melihatnya bersama seseorang lain, melihatnya mewujudkan mimpi yang dulu ia bangun bersamu dengan seseorang yang bukan kamu, melihatnya bahagia tanpa ada kamu ada di antaranya.

Biarkan tetap ada barang-barang yang ia berikan, bila harus hilang, biarkan hilang dengan sendirinya.

Beranilah mengunjungi tempat-tempat yang pernah kau kunjungi bersamanya karena kau memang menyukai tempat itu, bukan karena kau ingin mengenang saat bersamanya.

Untuk apa? Untuk membuktikan pada diri sendiri bahwa kau baik-baik saja tanpa dia. Untuk mendewasakan diri sendiri bahwa ketika kau salah menulis sesuatu yang harus kau perbaiki ialah tulisannya, bukan membuang kertas maupun pensilnya.

Percayalah, bahwa kau akan baik-baik saja.

Kau tidak akan merasa sesak ketika menghubunginya dan dia tidak membalas, Kau akan mampu menjadikan dia bukan prioritas dan bahkan mengabaikannya chatnya.

Kau tidak akan cemburu mendapati dia bersama orang lain dan berbahagia.

Kau tidak merasa tersiksa ketika mendatangi tempat-tempat yang penuh memori bersamanya atau menyanyikan lagu-lagu kenangan saat bersamanya.

Segala tentangnya menjadi “biasa saja” dia hanyalah seseorang yang pernah  menjadi bagian penting dalam hidupmu namun kini tak lagi.

Jadi, apakah mantan itu serupa barang bekas?

Ya. Barang bekas yang mungkin sangat dibutuhkan orang lain, dan kamu beruntung pernah memilikinya sebelumnya.

Barang bekas yang bukan sudah tidak berguna, tapi sesuatu yang tak berguna buatmu namun ia sangat berguna buat orang lain.

 

Jakarta, 04 Oktober 2017

Iklan