Bila Bukan Karenamu


Kamu tahukan sudah seberapa aku membuka diri dan bercerita perihal diriku padamu.

Seberapa sering aku mencemaskanmu dan mencari-cari alasan basi hanya agar bisa menghubungimu dan tahu kabarmu.

Seberapa payah aku menahan gengsi menghubungimu lebih dulu, melontarkan pertanyaan-pertanyaan apa saja agar kau bertahan bercakap denganku.

Kamu tahukan sudah seberapa lama aku memperhartikanmu dan juga mencari-cari perhatianmu.

Seberapa sering aku merindukanmu dan mencari-cari alasan agar sesering mungkin bisa bertemu denganmu.

Seberapa tidak menyakinkannya saat aku pura-pura baik-baik saja ketika kau bersisisan, tertawa, dan berjalan dengan seseorang lain. Aku tetap bertahan hanya agar selalu bisa melihatmu meski harus menahan nyeri.

Kamu tahukan alasan terbesarku bertahan dengan kesendirian, mengapa aku masih duduk di tempat yang sama dan melewatkan banyak kesempatan baik. Mengapa aku selalu berbagi kisah sedih dan bahagia denganmu, mengapa aku selalu peduli dengan apa pendapatmu.

Ketahuliah, bila bukan karenamu, aku tak akan sebodoh ini; dan kamu masih menganggap aku tidak berharap apa-apa padamu?

Jakarta, 27 Nov 17

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s