Syak Merah Jambu dan Perjalanan Menuju KKF


Grab Video 27

Syak Merah Jambu adalah judul sebuah buku yang ditulis oleh @nyincingdaster. Sebuah komunitas para pecinta buku yang kebetulan memiliki kesenangan yang sama “merawat ingatan” dan saya satu di antara beberapa anggotanya.

Buku #SyakMerahJambu merupakan buku NDC pertama yang terdiri dari beberapa Bab di antaranya :

  • Memelihara Ingatan
  • Siapa Aku
  • Fall In Love With People We Cant Have
  • Surat Rindu
  • 1998
  • Lipstik

dan beberapa bab lainnya (yang sengaja tidak saya tulis agar kalian menerka-nerka).

Postingan ini tidak akan membahas tentang apa itu “Syak” dan mengapa bukunya berjudul “Syak Merah Jambu” juga tidak akan membahas apa sih arti dari “Nyincing Daster” ataupun kenapa ada anggota laki-laki di NDC. Karena postingan ini hanya akan membahas bagaimana kami menuju KKF dan Launching buku #SyakMerahJambu.

09 Maret 2018

Seluruh anggota yang tinggal di luar Yogya berkumpul kurang lebih pukul 18.00 di rumah salah satu anggota NDC yang tinggal di Yogyakarta yaitu Vika Aditya yang kami panggil dengan Mbuk.

Sebentar sebelum saya menceritakan tentang 09 Maret 2018, saya coba menceritakan latar belakang anggota NDC terlebih dahulu.

  1. Vika Aditya : Model, MC, Artis Film dan Ibu dari 2 orang anak
  2. Endro Gusmoro : Dosen, Sound Man sejati dan Pecinta Perempuan garis keras
  3. Susi Haryani : Pekerja swasta dan ibu dari 2 orang anak.
  4. Gheriel Farah : Pekerja swasta dan baru saja putus dari pacarnya.
  5. Irza Khurun’in : Dosen di Universitas Brawijaya yang seringkali dikira MABA.
  6. Galuh Sitra : Pengantin baru yang sedang berbahagia dan memutuskan berhenti menjadi pekerja swasta.
  7. Gusti Hasta : Mahasiswi yang pernah ditinggal nikah.

dengan latar belakang tersebut di atas, maka bisa ditebak bahwa yang akrab dengan dunia panggung dan seni tentu hanya Mbuk Vika. Jadi bukan perihal mudah ketika akhrinya “kami dipaksa” untuk membacakan apa yang kami tulis.

Pada saat diwacanakan untuk membaca puisi awalnya saya sudah menyerah dan mengatakan “saya memilih dihukum saja, dibanding harus membaca puisi di depan umum” Yak, setakut itu saya dalam membaca puisi di depan umum. Sebenarnya ini bukan pertama kalinya saya membaca puisi di depan umum. Pernah suatu ketika saya dengan tanpa malu untuk mempermalukan diri sendiri, membaca puisi Sapardi di acara launcing buku Sajak_cinta di TIM 2012. Juga dengan tidak tahu malunya, saya dua kali membaca puisi saat launching buku puisi salah satu penulis favorite saya yaitu Andrei Aksana. Launching buku puisi “Mencintaimu Pagi, Siang, Malam” dan “Senyawa” (2010 dan 2015). Ohhhh damn.. ternyata saya sudah tiga kali mempermalukan diri sendiri dengan tanpa sadar dan tahu diri. Maka ketika kemudian saya sadar, tentu wacana membaca karya sendiri saat launching buku #SyakMerahJambu menjadi perihal yang mengerikan buat saya. Duuuh gusti, cobaan apa lagi ini. Memepermalukan diri sendiri gini amat ya.

Kembali ke 09 Maret 2018. Dikarenakan latar belakang yang jauh dari dunia baca puisi, maka Mbuk Vika berinisiatif untuk menghadirkan seorang coach untuk melatih kami membaca naskah puisi dan cerpen serta pembawaan diri di saat acara tersebut. Maka inilah kami perkenalkan Coach yang sangat amat berjasa melatih kami untuk berani tampil dan pede membacakan karya kami di KKF.

ROMO NASARIUS

Grab Video 61

Sesi latihan dimulai sekitar 3 minggu sebelum acara, kami latihan via group WA, dimana kami mengirim voice note dan Romo Nasar memberi masukan atas apa yang kami baca tersebut. Tentu bukan tanpa drama latihan demi latihan di WAG selama beberapa hari itu, drama milih tulisan mana yang akan dibaca saja kayaknya hamir 2 minggu hahahahaha. Belum lagi drama-drama semacam.. “duh aku ga usah baca aja ya, suraku gini, aku gitu, aku ga bisa.” Tapi Romo tetap sabar dan membuat kami percaya diri bahwa kami akan bisa tampil bagus tanggal 10 Maret 2018 nanti. Yak benar, Romo yakin melebih keyakinan kami sendiri.

Tanggal 09 Maret 2018 bada Maghrib itu ialah pertama kalinya kami bertemu Romo Nasar secara langsung dan latihan secara face to face dengan Romo di kediaman Mbuk Vika. Latihan di mulai dari pukul 18.30 hingga 01.00 dini hari.

10 Maret 2018

10 Maret 2018 dini hari. Selesai latihan, kami mulai dengan drama “Mau pakai Konstum apa?” kami keluarkan semua baju dari dalam tas dan koper yang kami bawa dari rumah masing-masing dan meskipun sudah disiapkan dari rumah, ternyata kami masih kurang puas dengan kostum tersebut. Beruntunglah ada VA Apparel yang berbaik hati mengeluarkan semua koleksi kostumnya dan pada akhirnya menjadi sponsor untuk konstum kami tanggal 10 Maret. Pukul 03.30 kami baru selesai memilah milih konstum.

10 Maret 2018, pukul 06.30 kami sudah kembali latihan, menyeduh kopi sembari haha hihi dan satu persatu mandi.

10 Maret 2018, pukul 12.30 kami sampai di KKF, untuk pertama kalinya saya bertemu dengan Alfin Rizal (Editor kesayangan yang begitu sabar menghadapi kebawelan NDC dalam proses penerbitan buku #SyakMerahJambu.)

Maka, perkenalkan; inilah Editor kami yang juga membuat cover kece dari buku #SyakMerahJambu.

ALFIN RIZAL

grab-video-1-e1521710636927.jpg

Saat tiba di KKF, ruangan masih dirapikan, dipasang lampu-lampu dan lainnya. Kami masing-masing latihan satu kali agar tidak grogi saat malam nanti. latihan dan penataan ruangan selesai sekitar 17.00.

10 Maret 2018, Bada maghrib. Beberapa dari kami sudah berganti pakaian dan sedang memakai make up masing-masing, Mbuk Vika sedang ngobrol dengan MC dan saya baru selesai mandi. Tiba-tiba tercetuslah ide untuk opening acara sayalah yang tampil membacakan puisi (duhh Gusti… iki aku salah opo sih sebenernya, kok ujian mempermalukan diri gini amat) berhubung sudah mendekati acara, dan itu permintaan Mbuk Vika, maka saya tidak bisa menolak (kalau menolak dan nanti jadi saling tunjuk-menunjuk siapa yang akan opening, maka ga akan selesai-selesai dan memperburuk mood kami semua). Ok, saya mengajukan sajak “Siapa Aku?” untuk dibawakan saat opening itu. Mbuk Vika setuju.

30 menit sebelum acara yaitu pukul 19.30, Saya merasa sajak itu kurang pas untuk membuka acara launching buku. Maka, sayapun meminta untuk mengubah sajak yang saya baca, menjadi “Bagian Diriku”. Tentu sajak yang saya bawakan sebagai opening ini saya belum pernah latihan membacanya sama sekali. Sama sekali. Ya sudah Pede saja.

10 Maret 2018 pukul 19.50 separuh kursi penonton masih kosong (jujur saya takut kalau sampai tidak ada yang hadir di acara ini) saya pun mengajukan saran agar acara diundur hingga 20.15 menunggu beberapa pengunjung lagi. Dan jawabnya adalah……. ACARA AKAN TETAP DIMULAI PUKUL 20.00 ADA ATAU TIDAK ADA PENONTON SEKALIPUN. Duhh yaa sumpah deg degan dan grogi.

10 Maret 2018 pukul 19.55 kami berdoa bersama untuk kelancaran acara

Grab Video 43

10 Maret 2018 pukul 20.00 Acara dimulai. Perasaan deg degan itu hilang melihat seluruh kursi sudah terisi penuh oleh pengunjung.

Berikut susunan acara Launching buku #SyakMerahJambu

  1. Pembacaan karya “Bagian Diriku” oleh Susi haryani
  2. Diskusi singkat tentang NDC dan buku #SyakMerahJambu oleh moderator dan Susi
  3. Launching buku dan penandatangannan buku #SyakMerahJambu oleh seluruh anggota NDC
  4. Diskusi dan bedah buku #SyakMerahJambu oleh Alfin Rizal dan Bernando J. Sujibto
  5. Pembacaan karya “Anak-anak Manis di Kota ini” oleh Geriel Farah
  6. Pembacaan karya “Cinta Jatuh Tak Pernah Permisi Pada Hati ” oleh Irza Khurun”in
  7. Pembacaan karya “Tulisan Tentang Hujan Ini Belum Sempat Diberi Judul” oleh Gusti Hasta
  8. Musikalisasi Puisi “Kereta Jaya Baya” oleh Roby dan team
  9. Pembacaan karya “Kepada Pemilik Pertanyaan ‘kamu kangen ya?'” oleh Susi
  10. Pembacaan karya “Rentang Lengan” oleh Galuh Sitra
  11. Pembacaan karya “Kepada Mba” oleh Geriel Farah
  12. Pembacaan karya “The Universe Conspires Againts Me” oleh Vika Aditya
  13. Penyerahan buku #SyakMerahJambu untuk pengunjung yang beruntung yang mengshare acara launching buku #SyakMerahJambu.
  14. Bincang-bincang oleh Alfin Rizal dan Bernando J. Sujibto terkait dengan bagaimanakah pendapatnya setelah karya dalam buku tersebut dibacakan oleh penulisnya.
  15. Foto bersama seluruh pengunjug
  16. Sesi tanda tangan dan foto-foto.

Acara yang awalnya dijadwalkan pukul 20.00 – 22.00 ternyata menjadi 20.00-23.00 dan dengan penuh perasaan bangga juga bahagia saya ingin mengatakan,”hingga selarut itu, pengunjung masih penuh” sungguh ini pengalaman luar biasa untuk saya.

Terima kasih untuk seluruh yang telah hadir di acara launching buku #SyakMerahJambu sungguh kalian telah membuat saya sangat bahagia hari itu.

Jakarta, 22 Maret 2018

Mau tahu foto-foto pembacaan karya dan cerita saat acara? hem.. nanti deh kalau sudah ingin menulis lagi.

Iklan