Masa Kanak-Kanak


Boneka anjing yang bisa berjalan dengan batu batre itu, pernah membuatku menangis saat memintanya.
Boneka Susan yang lagunya begitu kusuka semasa kecil, pernah membuatku merajuk sebab begitu ingin aku memeluknya.
Boneka buaya, boneka barbie, dan lainnya pernah membuat masa kanak-kanakku menyenangkan.

Baju bergambar sailor moon itu, pernah membuat senyumku begitu lebar.
Juga kaos bergambar siluman ular putih yang begitu keren pada masanya, pernah membuatku bangga mengenakannya.
Juga semua baju-baju yang pernah membuat masa kanak-kanakku tampak begitu lucu.

Sepeda mini warna biru yang pernah menemaniku bersekolah, kini sudah tak ada lagi.
Tapi aku selalu kuingat betapa aku pernah begitu menyukainya, pernah begitu bahagia mengayuhnya di pagi dan sore hari.

Begitu banyak hal di masa kecilku yang menyenangkan.

Masa kanak-kanak kini telah begitu jauh, masa yang ingin membuatku berkali-kali kembali ke sana.
Kembali untuk menemukan diriku berada di gendongan,
Kembali untuk menemukan diriku di pelukan,
Untuk menemukan lagi lelaki dan perempuan muda yang masih begitu sehat dan kuat,
yang bersusah payah hingga kini demi melihat bahagia di mataku.

Lekas sehat, Pak.
Aku sayang dan rindu.

Iklan

PENGHARAPAN


 

 

hope

 

Beberapa orang, ditakdirkan bertemu di waktu yang tak tepat.

Ketika aku masih menjadi kanak-kanak dan terlalu banyak menuntut, ketika aku masih begitu keras kepala dan tak mau menurut, ketika aku masih sangat egois yang tak mau mengalah, ketika banyak hal yang aku lakukan tak pernah sama dengan apa yang kau inginkan.

Beberapa orang ditakdirkan berpisah di saat yang tak tepat.

Ketika aku masih harus belajar menerima, ketika aku belum bisa memaafkan kesalahan, ketika melepaskan ialah perihal paling sulit untuk dilakukan, ketika banyak hal yang membuat kepergianmu terasa begitu menyesakkan.

Dan karenanya aku belajar, sebab aku ingin memiliki satu lagi kesempatan bertemu denganmu. Agar kau tahu betapa berbedanya aku hari ini, betapa aku telah tumbuh dengan cara yang lebih baik, betapa pergimu ternyata tak sia-sia.

Sebab aku ingin kita bertemu dan saling mencintai, sekali lagi.

 

Jakarta, 12 April 2018