Pura Pura


Dia datang di saat yang tepat, saat kau kesepian, saat kau ingin melupakan kesedihan, saat kau butuh teman berbagi, sebab kau merasa bosan pada hari-harimu yang begitu menjenuhkan.

Dia hadir waktu yang kamu harapkan, saat kau ingin didengarkan, saat kau ingin diperhatikan, saat kau ingin dibuat tertawa, sebab kau tak bisa melakukannya sendirian.

Tapi, bukan dia yang kamu harapan, bukan dia yang membuatmu jatuh cinta, bukan dia yang sering kau pinta saat berdoa.

Kau pikir tak apa sedikit berpura-pura, kau hanya ingin merasakan bahagia. Lalu kau ijinkan dia mengisi ruang kosong di hidupmu.

Hari-harimu tak lagi sepi, selalu ada yang mengucapkan selamat pagi, menertawakan kebodohanmu, menyanjung apapun tentangmu, menghujanimu dengan kata-kata cinta dan rindu, mengkhawatirkan kabarmu, mengingatkan jadwal makanmu, menjadi teman insomniamu, tempat kau meluapkan marah, jengkel, sedih, kecewa, bahagia dan juga tempat bermanja-manja.
Harimu menjadi penuh warna karenanya.

Hatimu perlahan pulih, kau jadi sering tertawa, kau mulai lupa pada patah hatimu, kau tak lagi menangis malam-malam, kau tak lagi mengeluhkan ketidakadilan dunia, kau mulai terbiasa dengan segala tentangnya, kau mulai menggantungkan banyak hal padanya.
Hatimu menjadi semakin penuh bahagia.

Tetapi dia tidak.
Dia merasa kelelahan sebab hanya dia yang berusaha membuat bahagia, sebab hanya dia yang menorehkan warna-warna, hanya dia yang menyediakan telinga, lengan, apapun yang kau butuhkan.

Dia lelah, dan pada akhirnya memutuskan pergi.

Celakanya dia pergi, di saat kau telah lupa, bahwa kau tengah berpura-pura.

Jakarta, 10 April 19

Iklan

Membiarkan Dia Pergi


 

Ketika kamu mecintai seseorang melebihi dirimu sendiri, akan selalu ada maaf, pemakluman, dan banyak pengorbanan lain yang kau lakukan.
Kau akan merelakan waktumu, tenagamu, pikiranmu, perhatianmu; segala yang kau miliki.

Ketika kau mencintai seseorang melebihi dirimu sendiri, akan selalu ada rasa sakit, luka yang tak pernah sembuh, juga perihal lain yang mudah menjatuhkan air mata.
Kau akan berjuang untuk terlihat baik-baik saja, pura-pura bahagia dan melakukan segala tipuan yang menyuburkan duka.

Ketika kau mencintai seseorang melebihi dirimu sendiri, kau akan mati-matian memperjuangkannya, meski sadar benar tengah dilukai.

Mengapa masih berpikir bahwa kehilangannya adalah sesuatu yang kelak akan kau sesali?

Mempertahankan ia yang tak mencintaimu, ialah seperti meletakkan pisau di genggamanmu sendiri.
Dan membiarkan ia pergi, ialah sebaik-baiknya cara menyembuhkan patah hati.

 

___
Jakarta 29 Maret 2019

Yang tak Sempat Terucap


 

Ada perih yang tak aku mengerti setiap kali mengingat
Tatap matamu yang teduh
Genggaman tamanmu yang hangat
Senyummu yang menenangkan
Pelukmu yang begitu nyaman
segala yang baru kusadari jika itu begitu membuatku candu

Ada sakit yang tak dapat aku hindari setiap kali
Mendengar lagu kesukaanmu
Menonton film favoritmu
Membaca buku-buku kegemaranmu
Menyinggahi cafe langgananmu
segala yang membuatmu tiba-tiba memenuhi kepalaku

Ada sesal yang membuat dadaku penuh sesak,
membuat jantungku begitu nyeri;
bukan karena kepergianmu
bukan karena melihat bahagianmu dengan seseorang yang bukan aku,
melainkan “aku mencintaimu” yang tak pernah kukatakan saat kau masih di sini.

 

Jakarta 28 Maret 2019