Yang tak Sempat Terucap


 

Ada perih yang tak aku mengerti setiap kali mengingat
Tatap matamu yang teduh
Genggaman tamanmu yang hangat
Senyummu yang menenangkan
Pelukmu yang begitu nyaman
segala yang baru kusadari jika itu begitu membuatku candu

Ada sakit yang tak dapat aku hindari setiap kali
Mendengar lagu kesukaanmu
Menonton film favoritmu
Membaca buku-buku kegemaranmu
Menyinggahi cafe langgananmu
segala yang membuatmu tiba-tiba memenuhi kepalaku

Ada sesal yang membuat dadaku penuh sesak,
membuat jantungku begitu nyeri;
bukan karena kepergianmu
bukan karena melihat bahagianmu dengan seseorang yang bukan aku,
melainkan “aku mencintaimu” yang tak pernah kukatakan saat kau masih di sini.

 

Jakarta 28 Maret 2019

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s