Kepada Kehilangan Kehilangan


Bukan aku lagi
yang kau tunggu di balik pintu
dengan tubuh meringkuk menahan rindu
sebab pada ketukan-ketukan yang ada
kau tak lagi bergegas membukanya.

Bukan aku lagi
yang kau tulis sebagai hujan
pada halaman-halaman bukumu yang basah
sebab pada kata-kata yang memudar
kau tak lagi mencari aku untuk menggantikannya.

Pada kedua mata yang terpejam
kau merekam warna warna langit,
cuaca katamu; ialah tipuan-tipuan perasaan.

Pada tangan yang memeluk lutut
kau tengah menahan sakit,
kepedihan katamu; ialah saat memiliki tubuh yang tanpa ruh.

Tetapi bukan aku lagi yang kau tunggu dan mau;

“Aku rindu diriku” katamu
sesaat sebelum mengunci pintu dan langit mengabu.

Jakarta,

05 Juli 2019

Iklan