Aku ini Pendendam yang Baik


๐€๐ค๐ฎ ๐ข๐ง๐ข ๐๐ž๐ง๐๐ž๐ง๐๐š๐ฆ ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐๐š๐ข๐ค.

Ketika kau memilih pergi, aku tidak akan pernah menahan. Aku akan membiarkan kau melangkah sebagaimana yang kau mau.

Saat kau berkata bahwa kau tak lagi mencintai, perasaanmu padaku tak lagi seperti dulu, maka aku tak akan mempertanyakan. Aku akan membiarkan kau mengikuti kata hatimu.

Aku tidak mahir perihal membujuk dan memintamu untuk tetap tinggal. Aku tak pandai mengenakan wajah penuh kesedihan hingga membuat kau urung menyakiti.

Patah hati selalu membuatku berjuang mati-matian untuk menjadi lebih baik dalam banyak hal, bukan untuk membuat kau kembali, melainkan agar bisa tersenyum manis ketika kau berkata menyesal lalu menertawakan saat kau ingin kembali.

Aku ini pendendam yang baik, akan selalu mengingat jika aku pernah begitu mencintaimu namun kau sia-siakan.

Jangan tanyakan mengapa aku tak membiarkanmu memperbaiki semua, tetapi tanyakanlah mengapa dulu kau memilih pergi dan membiarkanku menyalakan api di dada kiri.

Aku ini pendendam yang baik, jangan berharap padaku perihal kesempatan, sebab rasa sakit selalu lebih lama bertahan.

Selamat menyesali, aku tengah bertepuk tangan untuk hal ini.

Jakarta,
25 Agustus 2019

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s