Dear Diriku, Maaf


𝐃𝐞𝐚𝐫 𝐝𝐢𝐫𝐢𝐤𝐮,
Maafkan aku sering melupakan kesehatan, kebutuhan dan kebahagiaanmu dengan membuatmu sibuk memikirkan dan mencemaskan kehidupan orang lain.

Maafkan aku yang pernah mengajarimu berpura-pura dalam banyak hal, menimbun kebohongan demi kebohongan agar terlihat baik-baik saja dan bisa diterima, memintamu menjadi seorang lain hanya agar disukai lingkungan sekitar.

Maafkan aku yang pernah mengajakmu berjuang mempertahankan hubungan yang salah, meski sudah tahu dari awal namun tetap memaksakan diri dan berharap kenyataan akan berubah.

Maafkan aku sebab sering membuatmu menangis malam-malam, merasa kesepian, dan membenci diri sendiri.

Maaf sebab sering melukaimu dengan sengaja, sering menyalahkanmu tanpa sebab, sering tidak percaya pada dirimu, sering memaksakan apa yang tak sanggup kau lakukan.

Maaf saat kau berbuat baik aku lupa mengapresiasi, saat kau berhasil melakukan sesuatu aku tidak bersyukur, saat kau bisa melewati banyak rintangan aku tidak berterima kasih.

Maafkan aku untuk banyak hal yang bahkan aku lupa menyebutnya di sini, namun aku tahu kau terlukai karenanya. Aku yang pelupa ini sering kali tak sadar tengah menyakiti diri sendiri.

Maaf sudah berlaku tidak adil dan tidak manusiawi pada dirimu.

𝐃𝐞𝐚𝐫 𝐝𝐢𝐫𝐢𝐤𝐮,
Bila suatu hari aku melakukan kesalahan yang sama, tolong maafkan. Sebab menanggung stigma bodoh dari diri sendiri itu menyakitkan. Bantu saja aku belajar memperbaiki pelan-pelan.

Bila suatu hari aku begitu keras kepala dan lagi-lagi membuatmu kelelahan, tolong maafkan. Sebab menanggung dendam pada diri sendiri itu rasanya menyesakkan. Biarkan aku belajar jatuh dan bangun tanpa perlu merasa diintimidasi diri sendiri.

𝐃𝐞𝐚𝐫 𝐝𝐢𝐫𝐢𝐤𝐮,
Tolong ingatkan aku untuk lebih sering memeluk dan mendoakan dirimu.

𝐃𝐞𝐚𝐫 𝐝𝐢𝐫𝐢𝐤𝐮,
Terima kasih sebab masih mampu bertahan sejauh ini.

Bila suatu hari kelak kau merasa kelelahan dan ingin menyerah, tolong katakan ini sesegera mungkin “Aku mencintaimu, tolong jangan menyerah setelah kita berjuang sejauh ini”

Peluk cium,
dariku; dirimu sendiri.

2 respons untuk ‘Dear Diriku, Maaf’

  1. Nindi N berkata:

    Akan ku peluk diriku sendiri, dan ku katakan pada diri sendiri kemarin aku bisa melewati banyak hal sulit dalam hidup maka sekarang pun bisa, esok juga, dan entah kapan pun aku pasti bisa :”) Terima kasih mbak sus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s