Terima Kasih karena Kau pernah Hadir.


Terima Kasih karena Kau pernah Hadir.

Tidak ada kepergian yang tidak melukai, pun meski diri sendiri yang memutuskan pergi. Tidak ada yang pernah siap pada kehilangan, meski sudah jauh-jauh hari menyiapkan diri. Tidak pernah mudah usaha untuk melepaskan, meski tahu tak ada lagi yang bisa diperjuangkan.

Sebab semua tentang kita istimewa, tak ada perihal yang biasa-biasa saja, waktu-waktu bersamamu selalu menyenangkan, percakapan denganmu tak pernah membosankan. Kau; segala yang membuatku aman dan nyaman.

Meski pada akhirnya semua hanya menjadi bagian dari masa lalu yang panjang; aku tak menyesalinya.

Terima kasih untuk semua yang pernah ada, untuk pelukan-pelukan yang menghapus sedih, genggaman yang menenangkan, suka duka di setiap peristiwa, semua tawa pun air mata. Terima kasih, karena kau pernah hadir di antaranya.

Semoga kita tak memilih untuk saling melukai setelah tak lagi saling mengasihi. Tak saling membenci meski berhenti mencintai.

Terima kasih sudah menjadi bagian dari kisah yang menyenangkan dalam ingatan. Kau akan ada di sana; selamanya.

___
Untuk kursi kosong di hapadanku, semoga suatu ketika kelak kau mau mengisinya kembali. Kita bertukar cerita tentang kebahagiaan-kebahagian atau apa saja yang bisa membuat tertawa–meski tak lagi bersama.

Sampai memeluk kembali, aku pasti merindukanmu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s