Merapikan Laci


Setelah sekian waktu, akhirnya aku memiliki keberanian untuk merapikan laci di meja kamarku.

Laci ketiga, kutemukan jarum dan benang, yang pernah aku gunakan untuk menjahit kemeja flanel warna biru. Menambal beberapa lubang kecil, agar tetap nyaman saat digunakan.

Juga sebuah jaket, hadiah untukku pada musim hujan beberapa waktu lalu.

Laci kedua, Kutemukan kertas-kertas yang entah kenapa terselip di tumpukan buku, note-note yang tertulis membuatku tersenyum saat membacanya.

Juga beberapa bungkus kopi, telah kedaluasa. Kopi yang belum sempat aku seduh .

Laci pertama, kutarik pelan napasku sembari menarik handle laci. Kupejamkan mata sesaat begitu laci terbuka, pelan kubuka kembali; kancing baju yang terlepas, bolpoint yang tak menyala, juga sebuah cangkir–telah retak di beberapa sisinya. Entah milik siapa.

Jakarta, 31 Maret 2020

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s