Kado dari Ibu


Kumasukkan lipstik terakhir dari ibu ke laci, bersama lipstik-lipstik lainnya.
Lima tahun sudah aku menyimpannya, tanpa pernah kupakai.

”Kamu itu cantik, banyak pria tertarik padamu. Jangan pernah menyalahi kodrat
Tuhan, kau terlahir sebagai wanita, mati juga sebagai wanita,” kalimat sama yang
ibu ucapkan di setiap ulang tahunku sembari mengulurkan kado. Sebuah lipstik yang
diikat dengan pita.

Sejak ulang tahun ke-17 ibu mulai memberiku lipstik sebagai kado. Sejak itu ibu
mulai mengaturku, memaksaku memakai rok, melarangku potong rambut cepak,
mencomblangkanku dengan anak-anak sahabatnya. Semuanya agar aku menjadi wanita
seutuhnya.

Hari ini, ulang tahunku yang ke-23. Ibu mengetuk pintu kamarku, aku menyambutnya
dengan belati. Maaf ibu, aku jemu dengan nasehatmu, hidupku adalah milikku.

Iklan

TERLALU MENCINTAIKU, ATAU SEBALIKNYA?


Sudah 15 tahun kami menikah, selama itu kami tak dititipi anak oleh Tuhan, tapi
suamiku tak pernah berniat menceraikanku. Mungkin ia begitu mencintaiku atau
malah sebaliknya? Padahal aku sudah berkali-kali meminta cerai.
Beberapa tahun terakhir ini, karier suamiku melesat, ia selalu dipromosikan oleh
perusahaannya. Sejak itu ia sering pulang larut malam, bahkan seringkali pagi.
Setiap kali kutemukan bukti dia chek-in di hotel, aku meminta cerai. setiap itu pula ia selalu mengulurkan sebuah cincin dan melamarku kembali.
“Aku hanya mencari ibu untuk anak kita,” alasannya.