Lilin Belum Padam


1488976084

Aku menyalakan lilin,
merangkum doa
dalam beberapa semoga.

Sungguh terlalu sedih
untuk kupadamkan
sendiri.  Api ini masih ingin
menyala. Menemani.
menghangatkan
ingatan-ingatan lampau
menerangi hari-hari baru

Adakah yang ingin kau pinta?
sebelum segalanya menjadi
sesal. Waktu terkadang
hanya menyisakan sepi
mencuri banyak hal
yang lalai kita syukuri
menghapus banyak cerita
yang seharusnya ada.

Semoga panjang umur,
dan bahagia—
ah, kita tak pernah tahu
kapan hidup berkata cukup
namun, selama ada waktu
bila kau ingin merayakan
tahun-tahun yang berlalu,
aku selalu bersedia
menyalakan dan menawarkan lilin
untuk kautiup berkali-kali.
hingga api itu tak lagi
dapat padam.

Jakarta, 21 Sep 17
in collaboration with : Raf

#LilinBelumPadam #LilinUntukMu

#Doa#Harapan #LilinHarapan

#SemogaBahagia#SemogaPanjangUmur

Semoga kau tahu bila tulisan ini menuju kepadamu.

Iklan

Payung di Bulan Oktober


: Andi Tri P

Hujan, Payung dan percakapan-percakapan malam yang panjang–di sanalah kita dipertemukan.

     Pada suatu hari yang lalu
     engkau adalah payung terbuka
     dalam genggaman seseorang yang luka
     kau menghalangi rinai hujan
     jatuh menyentuh hatinya

     Pada suatu hari yang mendung
     engkau adalah payung terbuka
     menyimpan sebuah pengharapan
     agar hujan tak pernah turun.

     Pada hari kini
     kau rumah dengan jendela terbuka
     setiap hujan turun kau berdoa
     agar ia tak digigilkan cuaca

     Di dalam rumah
     kau menyimpan payung yang kau lipat
     sesekali kau ingat; ia pernah basah
     oleh yang kau sebut cinta.


Selamat ulang tahun Mas, biarkan hujan turun, sebab ia harus belajar berteduh tanpamu.
Berbahagialah selalu sepanjang usia. Untukmu selalu kupintakan bahagia dan segala apa yang tak mampu diselesaikan kata-kata di sajak ini, biar kuselesaikan dalam doa.

04 Oktober 2016

Langit Bulan September


 

: Zinan E Nararya

Pada keinginan-keinginan yang tinggi
namun harapan telah jauh

Juga doa-doa tanpa jeda
tapi tak memiliki rasa percaya

Untuk waktu yang sementara
dan kehilangan-kehilangan yang menyapa

Juga rasa sakit yang tinggal 
dan enggan tanggal

Kau, tiba.
Menyalakan segala
Menyembuahkan semua

Kini pada hari-hari yang panjang ini;
kehadiranmu
memperpendek usia
kesedihan

—————-

Selamat ulang tahun, Zinan
tetaplah menjadi langit penuh cahaya yang menjatuhkan bahagia.

11 September 2016

Selamat Ulang Tahun, Brume


Dear Brume,

Aku tak tahu bagaimana cara menuliskan seluruh harapan dalam kata-kata yang paling singkat dan sederhana. Sebab bila Tuhan hanya mengijinkanku mengucap satu harapan, aku ingin semua itu telah cukup merangkulmu dalam kebahagiaan.

Hari ini kau telah dipeluk begitu banyak ucapan dan doa-doa, begitu banyak harapan-harapan yang dititipkan pada tangan Tuhan.
Doa-doa adalah kado paling istimewa, tak perlu dibungkus dan diberi pita, tak bisa kau lihat dan kau raba, namun selalu melindungimu dari segala yang ingin menjatuhkan air mata.

Selamat ulang tahun, Brume, biar seluruh doa menjelma lengan lengan kebahagiaan yang siap memelukmu sepanjang usia waktu.

16 Maret 2016,
Salam,
Susi

Potret Bulan September


Bagi suatu hari yang kelak;
Hari ini dan kemarin adalah sebuah potret
yang dipasang berjajar pada ingatan seseorang.

Kau akan menyimpan banyak potret
dalam ruang-ruang yang menolak lupa
Tentang diri sendiri, juga mereka
yang kau beri tanda kehadirannya.

Setiap senja, kau akan memilih gambar
yang akan kau bingkai dengan doa
Meski sering kali sebuah potret
memaksa diri terpajang rapi di sana, tanpa kau ingini.

Selamat bulan september,
selamat menciptakan kembali potret terbaik
bagi semua yang mendoakanmu sepenuh hati.

____________

Tulisan ini buat seorang Perempuan baik yang sedang berbahagia. 
Selamat ulang tahun Kak Ama Achmad.

Jakarta, 03 September 2016

Berhutang Kebahagiaan


: Chispa Illona Neratama
Yang tumbuh di sudut bibirmu adalah nyala yang mampu memadamkan kesedihanku

Yang tumbuh di dalam doamu, adalah nyala yang mampu memadamkan keputus asaanku

Yang tumbuh di binar matamu, adalah nyala abadi bagi seluruh kehidupanku.

Kaulah alasanku berbahagia, meski aku tak selalu berhasil membuatmu bahagia. Kaulah semangatku menghadapi segala kekalahan, meski aku tak selalu mampu membuatmu menang melawan kesedihan.

Maafkan bila masih ada air matamu yang tak mampu ku selamatkan, maafkan jika masih ada mimpi-mimpi yang karenaku harus kau tanggalkan, aku berjanji akan menjadi ibu yang lebih baik lagi. Sebab, padamu aku berhutang banyak kebahagiaan.
______

21 Juli 2016

Selamat ulang tahun, gadisku.

Mari kita berbahagia untuk hari ini, esok dan selamanya.

Surat dari Brume


12 Maret 2016
Susi,

Seperti segala yang mula memiliki akhir, yang datang pun memang telah ditakdirkan untuk pergi, cepat atau lambat. Begitu pula usia yang berlari dari kejaran waktu juga tanggal dari kalender tahun-tahun berikutnya yang siap dan tak sempat menangkap kau sekali lagi.

“Kau tahu,” kata Ra, “kupikir, jika usiamu seperti uang, maka pengalaman-pengalaman itu adalah hasil belanjaan yang setiap perempuan akan bawa pulang kembali ke rumah-rumahnya. Kauolah, lalu hidangkan bagi keluarga kecilmu di sana. Kau harus memiliki pasokan yang mumpuni, karena kau hanya bisa berbelanja satu kali. Tak ada yang bisa ditukar kembali, tak ada hari esok lagi.”

Tidak ada yang sungguh-sungguh bisa dirayakan pada hari ulang tahun jika seseorang tidak tahu perihal yang mesti ia syukuri. Penyesalan adalah cara waktu menyidir ketidakberdayaan manusia terhadapnya. Jika ada yang patut dirayakan, itu adalah jumlah kesalahan-kesalahan yang tidak kungkung dalam sesal berkepanjangan.

Selamat ulang tahun, Susi. Ingat saja, setiap detik berikutnya adalah pecahan-pecahan kado dari Tuhan. Jika itu tidak cukup membuatmu mengerti arti ulang tahun, aku tidak tahu apa yang lebih baik. Kebahagiaan kudoakan untukmu beserta apa pun yang mampu dirangkul kedua lenganmu. Terima kasih telah menjadikan aku teman.

Salam pena,

Brume

P.S: Sungguh minta maaf atas keterlambatan ini.
P.P.S: Jangan terlalu percaya dengan apa-apa yang aku tuliskan. Aku lebih buruk dari yang kau bayangkan.

____________________________

Brume, terima kasih sudah menyempatkan diri menulis untukku. Ah, setidaknya meskipun sekali aku bisa merasakan menjadi “Ra” yang membaca surat yang kau tuliskan untukku 🙂

“Selamat ulang tahun, Susi. Ingat saja, setiap detik berikutnya adalah pecahan-pecahan kado dari Tuhan. Jika itu tidak cukup membuatmu mengerti arti ulang tahun, aku tidak tahu apa yang lebih baik.” kau benar Brume, segala hal sesungguhnya adalah hadiah Tuhan, hanya saja seringkali aku merasa sudah tiba saatnya membuka hadiah tersebut dan kemudian bersedih ketika isinya tidak sesuai yang aku ingini. Aku lupa bahwa semua hanya pecahan yang masih harus terus aku susun dari waktu ke waktu dari tawa pun air mata, hingga kelak di hari akhir aku membukanya tanpa ada penyesalan.
Kau benar, penyesalan adalah cara waktu menyindir ketidakberdayaan manusia. Aku berharap disetiap waktu yang aku lewati nanti, akan semakin jarang kujumpai penyesalan-penyesalan.

Sekali lagi terima kasih sudah bersedia menulis dan berteman denganku yang rewel ini.
Kau tahu, aku selalu suka menyelami kata-katamu dan memilih tenggelam demi untuk membacanya lagi dan lagi.

Salam,